Kredit Kepemilikan Rumah Melesat Terkerek Pelonggaran LTV

Sejumlah bank penguasa pasar KPR mengaku mencatatkan pertumbuhan KPR dobel digit selama sebulan terakhir. Contoh PT Bank Mandiri Tbk.

Editor: oda
ISTIMEWA
Ilustrasi program kredit rumah 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Obat kuat yang disuntikkan regulator terhadap kredit pemilikan rumah (KPR) terbukti ampuh. Sebulan setelah menerbitkan pelonggaran batas maksimum pemberian kredit atau loan to value (LTV), penyaluran KPR menanjak.

Sejumlah bank penguasa pasar KPR mengaku mencatatkan pertumbuhan KPR dobel digit selama sebulan terakhir. Contoh PT Bank Mandiri Tbk.

"Selama September, aplikasi KPR yang masuk naik 20% ketimbang posisi Agustus 2016," ujar SVP Consumer Loans Group Bank Mandiri Harry Gale kepada KONTAN, kemarin.

Meski bulan September ini belum usai, tapi pertumbuhan KPR itu jauh lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya. Sebagai perbandingan, per Juli 2016 penyaluran KPR Bank Mandiri sebesar Rp 32,19 triliun atau hanya tumbuh 8,08% secara tahunan (year on year/yoy).

Permintaan KPR PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) malah lebih tinggi. Anggoro Eko Cahyo, Direktur Consumer Banking BNI mengatakan, hingga 26 September 2016, ada peningkatan nilai pengajuan KPR lebih dari 50% ketimbang Agustus 2016 (month on month).

Tapi, tidak seluruh bank mendapatkan durian runtuh KPR. Jawara pasar KPR yakni PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyatakan belum merasakan lonjakan permintaan KPR.

Bagaimana proyeksi pertumbuhan KPR kuartal IV? Simak informasi selengkapnya di halaman 3 Tribun Jogja edisi Jumat (30/9/2016). (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved