Breaking News:

BlackBerry Android Buatan Indonesia Bakal Gebrak Pasar

Blackberry memang sudah lama ditinggalkan oleh konsumen Indonesia. Tapi, sisi keamanan akan ditonjolkan demi kembali menarik minat konsumen.

Penulis: Victor Mahrizal | Editor: oda
Crackberry
Desain Blackberry Venice 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – BlackBerry Limited menggandeng vendor lokal PT Tiphone Mobile Tbk (TELE) membentuk perusahaan joint venture (JV) untuk meramaikan pasar handset di Indonesia.

Kedua pihak sepakat membuat entitas baru bernama PT BB Merah Putih dan mendapatkan lisensi software dan layanan BlackBerry untuk memproduksi handset bagi pasar Indonesia.

”BlackBerry adalah merek yang dipercaya dan dihormati di Indonesia. Kemitraan ini memungkinkan kita untuk memberikan pengalaman seluler yang diharapkan oleh para pelanggan kami dengan produktifitas dan keamanan yang disediakan oleh merek BlackBerry,” ujar CEO TELE, Tan Lie Pin dalam keterangan resminya, Kamis (29/9/2016).

Meski diakui merek Blackberry memang sudah lama ditinggalkan oleh konsumen Indonesia. Tapi, sisi keamanan akan ditonjolkan demi kembali menarik minat konsumen.

Ia menambahkan, dari sisi ini juga merupakan peluang besar. ”Kami berharap untuk menghasilkan perangkat inovatif dan berkualitas tinggi bagi para pelanggan kita di Indonesia,” imbuhnya.

Sayang, manajemen tidak merinci komposisi kepemilikan saham keduabelah pihak atas JV tersebut. Yang pasti, TELE menjadi pemimpin dalam JV ini.

Nanti, BB Merah Putih akan membuat, mendistribusikan, dan mempromosikan perangkat bermerek BlackBerry.

Perusahaan patungan itu juga akan memiliki akses penuh akan pengalaman BlackBerry, termasuk software untuk Android yang aman dan terpercaya untuk produksi perangkat baru di Indonesia.

Kerjasama ini juga merupakan bentuk dukungan kepada usaha pemerintah Indonesia untuk mempromosikan pengembangan, memproduksi dan pembuatan barang menggunakan sumber lokal, dan juga meningkatkan jumlah smartphone LTE dengan nilai tambah, yang tersedia dan terjual di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Executive Chairman dan CEO BlackBerry, John Chen menjelaskan, BlackBerry bukan lagi sekadar tentang ponsel cerdas tetapi kecerdasan dalam ponsel.

"Bekerja dengan mitra terpercaya untuk memperluas jangkauan dan ketersediaan dari software mobilitas kami yang aman adalah fokus utama bagi divisi Mobility Solutions, dan joint venture ini adalah salah satu dari langkah selanjutnya dalam membuat strategi lisensi software kami berhasil,” tutur Chen.

Indonesia kini menjadi penting di mata BlackBerry. Sebab, pengguna BlackBerry dan layanannya, seperti pesan instan BBM, adalah yang terbesar dibanding di negara-negara lain di dunia.

Jumlah pengguna aktif bulanan BBM pada Januari 2016 lalu ditaksir mencapai 55 juta orang. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved