PSIM Yogyakarta

Sudah Deal dengan PSIM, Tapi Malah Gabung PSS, Manajemen PSIM Sebut Zaenal Arifin Tak Beretika

Keputusan pemain yang berposisi sebagai gelandang serang tersebut dinilai tidak beretika.

Logo PSIM 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Manajemen PSIM Yogyakarta mengutuk keras sikap mantan pemain PSIR Rembang, Zaenal Arifin, yang merapat ke PSS Sleman setelah sebelumnya sudah membuat kesepakatan secara lisan dengan Laskar Mataram.

Keputusan pemain yang berposisi sebagai gelandang serang tersebut dinilai tidak beretika.

Sekretaris PSIM, Jarot Kastawa, mengatakan awalnya pemain PSIR Rembang tersebut menyatakan ketertarikannya untuk merapat ke PSIM melalui salah seorang pemain.

Kemudian, pihak manajemen langsung menindaklanjuti ketertarikan Zaenal Arifin dengan komunikasi via telepon.

Dalam komunikasi tersebut, Zaenal akhirnya sepakat secara lisan untuk bergabung dengan PSIM. Namun karena yang bersangkutan tengah ikut PON, pihak manajemen tidak mempermasalahkannya untuk membela tim Jawa Tengah terlebih dahulu.

Namun setelah tim PON Jateng gagal masuk ke final, tiba-tiba Zaenal memilih untuk merapat ke PSS Sleman.

"Ya itulah, pemain profesional tapi nggak punya etika. Sudah deal dengan kita, terus saat diminta surat keluar katanya nggak boleh sama pelatih. Soalnya waktu istrinya melahirkan dibantu banyak sama pelatih. Eeeh tahu-tahu kok malah ke utara (PSS Sleman-red)," katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (27/9/2016).

Menurut Jarot, jika Zaenal merupakan pemain profesional yang beretika, seharusnya bisa menghormati kesepakatan yang sudah dibuat dengan manajemen PSIM.

Namun kenyataanya, dia malah memutuskan secara sepihak untuk bergabung dengan tim lain.

“Berarti kan pemain nggak punya etika," ucapnya. (*)

Penulis: Hari Susmayanti
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved