Kepala Sekolah Masuk Gerbong Mutasi Kedua

Mutasi tersebut merupakan mutasi akbar yang kedua usai masa tenggang enam bulan bupati dan wakil bupati Klaten dilantik.

Kepala Sekolah Masuk Gerbong Mutasi Kedua
bappeda.jatimprov.go.id
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Setelah pejabat eselon II dan III yang masuk dalam gerbong mutasi, kini giliran kepala sekolah dan pejabat struktural eselon IV yang dimutasi.

Mutasi tersebut merupakan mutasi akbar yang kedua usai masa tenggang enam bulan bupati dan wakil bupati Klaten dilantik.

Dalam mutasi susulan tersebut, sebanyak 86 kepala sekolah dan pajabat struktural eselon IV, seperti kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) harus dimutasi. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan digelar pada Jumat (23/9/2016) malam dan Sabtu (24/9/2016).

Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Klaten, Slamet mengatakan mutasi tersebut berkaitan dengan pengisian jabatan eselon IV. Pasalnya jabatan untuk eselon IV merupakan pos jabatan yang banyak terdapat kekosongan dibandingkan eselon lainnya.

“Sebelum dilakukan mutasi, terdapat 14 posisi yang kosong. Setelah mutasi, masih terdapat sembilan pos jabatan yang kosong,” paparnya, Minggu (25/9/2016).

Menurutnya sembilan posisi tersebut didominasi dengan jabatan Kepala Seksi (kasi), baik di dinas, badan, hingga kantor kecamatan.

Terkait sisa pos yang belum terisi, pihaknya masih menunggu evaluasi dan penerapan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOT) tahun 2017.

“Nanti akan ada evaluasi dulu, selain itu masih ada SOT di tahun depan yang jadi pertimbangan pengisian jabatan,” kata dia.

Kepala BKD Klaten, Sartiyasto mengatakan mutasi tersebut berkaitan juga dengan adanya promosi yang diterima oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) bersangkutan sehingga harus dilakukan rotasi. Termasuk perpindahan secara diagonal dari fungsional menjadi struktural.

“Untuk melakukan rotasi tentu terdapat sejumlah pertimbangan, termasuk prestasi kinerja ASN selama ini,” ungkapnya.

Di sisi lain, mutasi tersebut dilakukan sebagai langkah penyegaran kerja. Sehingga diharapkan kinerja ASN di Kabupaten Klaten dapat selalu optimal.

“Jika seorang pegawai terlalu lama menempati suatu posisi jabatan maka tidak akan bisa menambah pengalaman dan pengetahuan dari yang bersangkutan. Dalam merotasi para pegawai itu tidak semudah kita bayangkan makannya itu kita lebih baik nyicil terlebih dahulu,” kata dia. (*)

Penulis: ang
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved