PON Jabar 2016
Drumband DIY Legowo, Dua Medali Lepas
Drumband DIY pulang dengan tangan hampa dari nomor Lomba Unjuk Gelar (LUG) dan Lomba Baris Berbaris (LBB).
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, BOGOR - Pil pahit harus ditelan kontingen drumband DIY di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat.
Hanya mendapat satu perak dan satu perunggu Lomba Ketepatan dan Ketahanan Berbaris (LKKB), drumband DIY pulang dengan tangan hampa dari nomor Lomba Unjuk Gelar (LUG) dan Lomba Baris Berbaris (LBB).
Di nomor LUG, peraih medali emas adalah Banten lalu medali perunggu didapat oleh DKI Jakarta sedangkan perak dibagi menjadi dua untuk daerah Jawa Barat dan Aceh.
Sedangkan nomor LBB, tuan rumah Jawa Barat menjadi pemenang dengan medali emas disusul Jambi di posisi kedua dan Banten sebagai peraih medali perunggu.
Dalam lomba yang digelar di GOR Kesenian Bogor mulai Kamis - Jumat (22-23/9) DIY sebenarnya tampil mengesankan.
Sayang, beberapa keputusan juri yang dinilai kontriversi seperti merugikan DIY. Sepertu adanya ralat hasil final yang membuat DIY batal melaju di nomor LUG sampai dibaginya medali perak untuk dua tim di nomor LBB.
Bahkan khusus di nomor LBB, beberapa daerah lain seperti terkejut karena DIY justru tidak masuk dalam peringkat tiga besar.
"Karena mereka mengira DIY adalah juaranya, atau minimal mendapat medali, tapi malah tidak masuk sama sekali," kata Pelatih Drumband DIY, Agil Danu Saputra, Sabtu (24/9/2016).
Dengan hasil ini, maka target DIY untuk minimal mendapat medali perak di nomor LBB akhirnya kandas. Sedangkan di nomor LUG, DIY memang tak memasang target apa-apa. Sebelumnya di nomor LKKB putra dan putri DIY target sudah lebih dulu meleset juga karena kepusan juri yang kontroversi.
Namun Agil dan jajaran pelatih serta pengurus tim drumband DIY akhinya legowo atas hasil yang didapat ini.
Meski putusan juri kemarin sempat membuat para atlet sempat berlinang air mata namun kepulangan mereka pada Jumat (24/9/2016) malam kemarin diiringi dengan senyum tawa karena sikap legowo mereka.
Agil dan pelatih lain pun tetap memberikan suport kepada seluruh atlet atas perjuanan dan usaha mereka selama ini.
"Ini bisa jadi pengalaman berharga untuk seluruh atlet, saya minta mereka tidak berhenti sampai di sini, perjuangan mereka harus terus berlanjut demi membangun mimpi," kata Agil. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pon-jabar_dsg_20160622_155235.jpg)