Lumpia Daun Pepaya Inovasi Mahasiswa UNY Sebagai Alternatif Penganan Berkhasiat

Mahasiswa UNY pun mengolah daun pepaya tersebut sebagai lumpia untuk menjadi alternatif pilihan makanan.

Lumpia Daun Pepaya Inovasi Mahasiswa UNY Sebagai Alternatif Penganan Berkhasiat
Dokpri.
Mahasiswa UNY inovasikan daun pepaya menjadi lumpia berkhasiat. 

TRIBUNJOGJA.COM - Daun pepaya memang terkadang diolah untuk dikonsumsi . Namun, rasanya yang pahit membuat kebanyakan orang tidak suka. Padahal, daun pepaya sendiri memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Untuk lebih mempopulerkan daun pepaya dengan varian rasa yang tidak pahit, mahasiswa UNY pun mengolah daun pepaya tersebut sebagai lumpia untuk menjadi alternatif pilihan makanan.

Mahasiswa UNY dari prodi PGSD FIP, Lastri Purwanti, Dwi Utami dan Ulfa Khoirotul Rosidah serta Ulfa Umrhotul Fitriah prodi Fisika FMIPA menciptakan lumpia rendah kolesterol yang berisi daun pepaya.

Dipilihnya daun pepaya sebagai pengganti rebung, dikatakan Lastri, karena daun pepaya mengandung gizi yang tinggi yang prnting bagi kesehatan.

“Daun pepaya merupakan salah satu jenis sayuran yang mengandung gizi yang tinggi, diantaranya vitamin A, B, C, D, dan kalsium. Kandungan vitamin ini sangat penting untuk kesehatan kardiovaskular, mencegah terjadinya kanker, dan sebagai antioksidan yang membantu mencegah radikal bebas,” terangnya.

Walau mengandung khasiat yang banyak, tutur Lastri pemanfaatan daun pepaya di dunia kuliner masih sangat rendah.

Maka dari itu, diperlukan kreativitas dalam mengolah daun pepaya untuk meminimalisir rasa pahitnya, sehingga dapat meningkatkan pemanfaatan daun pepaya yang berkhasiat.

Untuk menambah variasi rasa, dikatakan Ulfa, tumisan daun pepaya juga dicampur dengan bahan yang rendah kolestrol yaitu daging ayam dan jamur.

Selain itu, lumpia juga digoreng dengan menggunakan minyak kelapa yang cenderung lebih aman.

Dibuat hampir sama dengan lumpia pada umumnya, tutur Dwi lumpia buatan mahasiswa UNY ini hanya berbeda pada isiannya yang menggunakan daun pepaya.

Untuk membuatnya, pertama-pertama yang perlu dilakukan adalah merebus daun pepaya menggunakan campuran tanah liat untuk meminimalisasi rasa pahit yang mungkin ditimbulkan.

Setelah direbus kemudian dicuci hingga bersih, lalu ditumis dengan bumbu yang diracik dan ditambahkan campuran seperti tauge, wortel, dan ayam yang juga telah direbus sebelumnya.

Setelah itu komponen isi dibungkus dengan kulit lumpia yang kemudian di balut dengan tepung panir dan goreng dalam minyak kelapa yang telah panas.

Pembuatan lumpia rendah kolestrol ini sebelumnya telah meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan 2016.

Dan penjualan lumpia rendah kolesterol ini telah dilakukan di kantin kampus dan pasar tradisional, serta media sosial. (*)

Penulis: una
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved