Temuan Gua Bekas Tambang Mangaan di Ngruno Kulonprogo Mengejutkan Tim Geoheritage UPN

Penggalian mulut gua bekas tambang mangaan di Ngruno beberapa waktu terakhir ini membuat warga setempat begitu tertarik.

Temuan Gua Bekas Tambang Mangaan di Ngruno Kulonprogo Mengejutkan Tim Geoheritage UPN
Tribun Jogja/ Yoseph Hary W
Tim Geoheritage UPN Yogyakarta melakukan peninjauan dan penelitian awal pada Goa Ngruno yang belum lama ini ditemukan warga Pedukuhan Ngruno Desa Karangsari Kecamatan Pengasih Kulonprogo, Kamis (15/9/2016). Goa berupa terowongan sepanjang sekitar 200 meter tersebut diyakini merupakan bekas kawasan penambangan mangaan yang dibuat sejak zaman Belanda sekitar 1918. 

Laporan Reporter Tribunjogja Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sebuah gua sepanjang lebih kurang 160 meter - 200 meter secara horisontal di bawah tanah ditemukan warga di Pedukuhan Ngruno Desa Karangsari Kecamatan Pengasih Kulonprogo.

Diyakini gua tersebut merupakan bekas tambang mangaan. Gua yang bagian dalamnya sudah ditumbuhi stalaktit dengan tetesan air tersebut diperkirakan dibangun sejak zaman Belanda pada 1917.

Penggalian mulut gua bekas tambang mangaan di Ngruno beberapa waktu terakhir ini membuat warga setempat begitu tertarik. Setelah warga berhasil membuka pintu gua dan menelusuri bagian di dalamnya, ternyata fakta di dalamnya memang benar-benar menarik.

Dengan lebar kisaran 1,5 meter - tiga meter dan tinggi lebih kurang lebih sama, gua itu memanjang di bawah tanah yang merupakan lahan milik warga setempat. Di bagian ujungnya, terdapat persimpangan dan lubang vertikal serupa sumur sedalam lebih kurang 20 meter - 30 meter.

Menariknya lagi, di bagian dinding atas gua tersebut mulai membentuk banyak stalaktit dengan tetesan air yang membuat dasar gua menjadi basah.

Warga setempat, Muhammad Ngadino, mengatakan gua tersebut sudah ada dan diketahuinya sejak zaman dahulu. Kakek ini mengaku semasa kecilnya kerap berburu binatang seperti Landak yang kerap merusak tanaman pertanian, di dalam gua tersebut.

Belakangan, warga setempat yang mendengar cerita para pendahulunya tentang gua itu kemudian melakukan kerjabakti di lokasi yang diperkirakan mulut gua. Saat kerjabakti itu, seorang warga yang menggunakan alat berupa linggis ternyata menembus lubang dalam di bawah tanah berbukit di Ngruno itu.

Warga akhirnya membukanya dan menemukan terowongan semacam gua. Warga lainnya tertarik dan mulai membersihkan lokasi sekitar mulut gua tersebut.

Temuan itu kemudian sampai ke Dinas Kebudayaan Kulonprogo yang melanjutkan koordinasi ke tim Geoheritage UPN Yogyakarta. Mulai Kamis (15/9/2016), tim dari UPN itu datang langsung ke lokasi dan melakukan penelurusan.

Halaman
123
Penulis: ose
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved