Pokdarwis Gua Pindul Tolak Pembentukan BUMDes

hal tersebut tidak direspon dan justru setelah ada konflik yang berkepanjangan, ide BUMDes dimunculkan.

Pokdarwis Gua Pindul Tolak Pembentukan BUMDes
content.rajakamar.com
Ilustrasi: Gua Pindul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Respon penolakan didapat dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa wisata Bejiharjo (Dewabejo) terkait rencana pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dilontarkan enam operator objek wisata Gua Pindul kepada DPRD beberapa waktu mulai

Koordinator Pokdarwis Dewabejo, Bagyo, mengatakan, pihaknya menolak pendirian BUMDes yang juga menjadi wacana Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) tersebut.

Ia mengatakan, ide BUMDes sudah pernah diwacanakan oleh DIsbudpar pada tahun 2012 lalu. Namun hal tersebut tidak direspon dan justru setelah ada konflik yang berkepanjangan, ide BUMDes dimunculkan.

“Kalau saat ini dibentuk BUMDes, kami tidak setuju, karena aset masing-masing kelompok pengelola sudah besar, apakah Desa mampu membeli semua aset milik semua operator yang ada,” ujar Bagyo, Jumat (9/9).

Lanjut Bagyo, saat ini pengelolaan desa wisata sudah terbagi menjadi dua. Pertama adalah dikelola kelompok-kelompok seperti yang terjadi di Gua Pindul, kemduian yang kedua dikelola BUMdes.

"Dua mdoel ini semestinya menjadi bagian dari model pengelolaan yang harus dibimbing, bukan dipaksa dibentuk," ujar Bagyo.

DIkatakannya, desa mesti siap untuk menjadi BUMDes. Pasalnya dalam pengelolaannya dibutuhkan pemahaman yang benar-benar mumpuni.

'Bagaimana dengan perangkat manajemen dan juga untuk bisa menghidupi karyawan semua operator. Semua harus bisa dibicarakan sehingga benar-benar menjadikan kemaslahatan bersama," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Gunungkidul Saryanto mengatakan, pembentukan BUMDes dilakukan agar semua terkoordinir dan juga memberikan kontribusi terhadap desa dan masyarakat.

Pihaknya mengaku masih melakukan kajian terhadap pembentukan BUMDes kepariwisataan di Gunungkidul.

”Pengelolaan akan lebih profesional dan tranparan, nanti akan kami kaji lagi,” ucapnya. (*)

Penulis: rfk
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved