Ini Lho Daftar Film Warkop DKI. Kamu Sudah Nonton yang Mana Saja?
Walau mengawali karir sebagai penyiar, namun Warkop DKI lebih dikenal sebagai komedian di film. Puluhan film telah mereka bintangi.
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM - Walau mengawali karir sebagai penyiar, namun Warkop DKI lebih dikenal sebagai komedian di film. Puluhan film telah mereka bintangi. Apa saja film mereka?
Film Warkop memang menjadi legenda untuk masyarakat mulai dari era 1970 hingga 2000an. Dengan slogan khas "Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang," film mereka selalu ditunggu.
Kejahilan Kasino, polosnya Dono dan aksi sok Indro menjadi momen yang dinantikan. Tak heran, film mereka banyak yang sukses menyedot banyak penonton.
Menurut buku "Warkop Main-main Jadi Bukan Main" yang ditulis oleh Rudy Badil dkk dan diterbitkan oleh penerbit Kepustakaan Populer Gramedia pada 2010, film Warkop cukup banyak.
Dalam artikel yang ditulis Eddy Suhardi di buku tersebut, setidaknya ada 34 film Warkop yang menorehkan prestasi ratusan ribu penonton. Film mereka yang masuk kategori laris bisa ditonton 400-600 ribu penonton hanya di Jakarta saja.
Eddy Suhardy dalam buku tersebut menulis, ada tujuh film Warkop yang esensial. yang dimaksudkan di sini adalah film yang dianggap bisa mewakili keseluruhan film Warkop.
1. Mana Tahaaan... (1979)
Film yang diproduksi oleh Bola Dunia Film dan disutradarai Nawi Ismail ini merupakan film pertama Warkop. Layaknya pemula, mereka masih "asli" dengan aroma kampus yang kental.
Hal itu bisa dilihat dari dandanan Dono dkk yang menampilkan sepatu kets, kemeja digulung dengan dua kancing teratas dibuka. Sisiran Dono dan Kasino masih rapi sementara Indro tampil polos tanpa kumis dan anting di kuping.
Cerita dalam film ini masih ditulis Warkop dengan kisah yang diawali pertemuan antar personel dengan latar belakang daerah masing-masing. Paijo (Indro) dari Purbalingga dan Slamet (Dono) dari Solo bertemu dalam kereta.
Mereka kemudian mencari kos dan bertemu dengan Sanwani (Kasino) yang asli Betawi dan Poltak (nanu) dari Medan. Mereka sama-sama tertarik pada Halimah, pekerja rumah tangga di rumah itu.
Akhirnya Halimah hamil dan pemilik kos yakni Tante Mira menuduh mereka pelakunya.
Adegan paling mengesankan menurut Eddy adalah ketika kamera menyorot wajah Dono dengan bayang-bayang bemo.
2. Pintar Pintar Bodoh (1980)
Film produksi Parkit Films ini mengisahkan Warkop bermain di dunia detektif. Setelah sukses mengembalikan seorang anak yang nyasar, mereka pun membuat kantor detektif partikelir yang ujung-ujungnya pecah.
Sejak hari itu mereka pun bersaing yang membuat mereka tak pernah berhasil menangani proyek dari klien mereka.
Yang berkesan dari film ini adalah anekdot di awal film. Misalnya saja Kasino menemukan uang namun ternyata dikerjai anak kecil, Dono yang dikerjai anak kecil di warung dan Indro yang ditipu ibu-ibu.
Anekdot ini kemudian menjadi semacam trade mark film Warkop sesudahnya. Film ini juga menjadi film pertama Warkop yang menampilkan adegan di pantai.
Untuk adegan yang patut dikenang adalah ketika Kasino mengganti syair lagu "Sukiyaki" menjadi "Nyanyian Kode" dan Dono yang berdansa ala John Travolta.
3. Manusia 6.000.000 Dollar (1981)
Inspirasi dari film ini adalah film Six Million Dollar Man yang diperankan Steve Austin. Dalam film produksi Bola Dunia Film ini Dono menjadi seorang agen rahasia terpaksa diubah menjadi bionic man setelah terlindas bemo.
Film ini juga menandai aksi pertama Warkop memarodikan serial TV.
Dengan kekuatan yang diperolehnya, Dono beraksi melawan penjahat yakni penculik anak yang menyandera seorang penyanyi. Mereka pun sukses menjalankan misi.
Adegan yang paling dikenang dari film yang disutradarai Ali Shahab ini adalah Dono yang berlari dalam kepungan bemo.
4. Setan Kredit (1981)
Dalam film produksi Nugraha Mas Film ini Warkop kembali menjadi mahasiswa yang aktif dalam kepedulian sosial. Satu bentuknya adalah mencari anak yang hilang.
Sutradara Iksan Lahardi ini mengarahkan alur cerita ke paranormal yang tinggal di daerah angker. Anehnya, syarat untuk menemukan si anak yang hilang adalah membawa klien yang mengambil kredit.
Dalam film ini pula Warkop untuk pertama kalinya menghadirkan segmen horor. Untuk adegan yang ikonik adalah ketika Indro berhadapan dengan pocong sambil mengelurkan berbagai jurus.
Di akhir film si hantu membangunkan Warkop. "Mas, filmnya udah mau habis. Adegan saya kan cuma sampai bedug subuh."
5. Dongkrak Antik (1982)
Kali ini Warkop mengangkat film bernuansa komedi situasi yang memadukan kekontrasan karakternya. Empat karyawan hotel yakni Warkop ditambah Mat Solar memiliki kelemahan masing-masing.
Dono pelupa, Indro gagap, Kasino suka keceplosan omong kasar lalu Mat Solar setengah budeg. Film ini disutradarai Arizal.
Dalam film produksi Parkit Films ini Kasino mengeluarkan umpatan yang ikonik yakni "Dasar monyet bau, muka gepeng, kadal buntung, kecoa tengik, babi ngepet, dinosaurus, brontosaurus, kirik!"
Sementara adegan yang berkesan adalah ketika Dono melihat ban menggelinding di jalan dan berkomentar, "Orang gila mana yang membiarkan ban mobilnya lepas di jalan?" Ternyata itu ban mobilnya sendiri.
6. Sama Juga Bohong (1986)
Kisah pertemuan tiga pemuda dari berbagai daerah kembali menjadi latar belakang film Warkop yang diproduksi Garuda Films ini. Dono dilepas romonya yang juga diperankan Dono, sementara di stasiun Gombong Kasino dilepas bapake yang juga diperankan Kasino.
Tak mau ketinggalan, Indro dari Tambun dilepas ibunya....yang diperankan Indro sendiri.
Mereka tinggal di rumah kos dimana janda pemilik rumah memiliki robot peninggalan almarhum suaminya. Menggunakan robot itu mereka bertiga mencari uang untuk membayar kos. Film ke-17 Warkop ini disutradari oleh Chaerul Umam.
Adegan ikonik dalam film ini terjadi ketika Indro dibangunkan kondektur berlogat Batak yang juga diperankan Indro, ketika melihat sopir bus ia kaget karena pemerannya juga Indro dengan logat Madura sementara ketika ia turun ada pengemis...yang juga berwajah Indro.
7. Jodoh Boleh Diatur (1988)
Kali ini Warkop memasukkan unsur drama yang kental dalam filmnya yang ke-21 ini. Tiga orang bersaudara yang tentu saja diperankan Warkop melamar ke biro jodoh.
Ketiganya sukses mendapatkan jodoh hanya saja pasangan Dono ternyata sudah punya anak dan bersuamikan orang Malaysia.
Dono mendapatkan kejutan istimewa ketika pasangannya meninggalkan seorang anak yang diberi nama Montok. Namun Dono harus berjuang untuk mencari Montok setelah dibawa oleh suami Rita yakni Mister Os.
Ditemani Kasino dan Indro, Dono yang sudah gila mencari Rita dan Montok ke Kuala Lumpur dengan ending yang berurai air mata.
Dalam film yang disutradarai Ami Prijono ini menampilkan adegan berkesan Dono dengan setelan Melayu sambil membawa payung dan menggendong boneka.
Ada pula momen ketika Indro menyeletuk di sela adegan haru pertemuan Dono, Rios dan Rita. "Kenapa sih lo nangis?" tanya Kasino. "Iseng (aja) setan..." sahut Indro sambil terus menangis.
Sementara itu, masih ada pula 22 film Warkop lain yakni:
-Gengsi Dong (1980)
-GeEr - Gede Rasa (1980)
-IQ Jongkok (1981)
-CHIPS (1982)
-Maju Kena Mundur Kena (1983)
-Pokoknya Beres (1983)
-Itu Bisa Diatur (1984)
-Tahu Diri Dong (1984)
-Kesempatan Dalam Kesempitan (1985)
-Gantian Dong (1985)
-Atas Boleh Bawah Boleh (1986)
-Depan Bisa Belakang Bisa (1987)
-Makin Lama Makin Asyik (1987)
-Saya Suka Kamu Punya (1987)
-Malu-malu Mau (1988)
-Godain Kita Dong (1989)
-Mana Bisa Tahan (1990)
-Sabar Dulu Dooong...(1990)
-Sudah Pasti Tahan (1991)
-Bisa Naik Bisa Turun (1991)
-Lupa Aturan Main (1991)
-Masuk Kena Keluar Kena (1992)
-Salah Masuk (1992)
-Bebas Aturan Main (1993)
-Bagi-bagi Dong (1993)
-Saya Duluan Dong (1994)
-Pencet Sana Pencet Sini (1994). (*)