Media Massa Juga Punya Peran Penting dalam Menjaga Eksistensi Aksara Jawa

Untuk eksistensi Aksara Jawa, jangankan untuk menulis, membacanya saja banyak masyarakat Jawa yang tidak bisa.

Media Massa Juga Punya Peran Penting dalam Menjaga Eksistensi Aksara Jawa
Tribun Jogja/ Panji Purnandaru
Gerbang Raja (Gerakan Bangga Aksara Jawa) yang diselenggarakan Yantra Jogja dengan Pemerintah Desa Tegaltirto, Berbah, Sleman (8/9/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bahasa Jawa dan Aksara Jawa merupakan jati diri masyarakat Jawa sendiri.

Namun, seiring peradaban dan perkembangan zaman, bahasa dan Aksara Jawa mulai dipertanyakan keberadaanya.

Terlebih untuk eksistensi Aksara Jawa, jangankan untuk menulis, membacanya saja banyak masyarakat Jawa yang tidak bisa.

Lunturnya bahasa maupun Aksara Jawa ditanggapi oleh R Toto Sugiharto saat mengisi pidato di Gebang Raja (Gerakan Bangga Aksara Jawa) di Tegaltirto, Berbah, Sleman, Kamis (8/9/2016).

Sastrawan Yogyakarta tersebut beranggapan kurangnya peran media dalam menghadirkan rubrik-rubrik yang berkaitan dengan Jawa berpengaruh pada hilangnya eksistensi Jawa.

"Karena generasi muda belum pernah melihat Aksara Jawa. Generasi saya tahun 70-an ada media dengan Bahasa Jawa dan aksara Jawa. Setelah tahun 80-an mulai hilang," jelasnya.

Selain itu, faktor modernisasi juga berpengaruh banyak. Di era modern, Jawa dianggap kuno dan perlahan akan menghilang.

Langkah yang harus dipersiapkan antara lain menghadirkan Jawa yang sesuai zamannya, salah satunya dengan metode pembelajaran yang lebih mudah. (Tribunjogja.com)

Penulis: app
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved