Jika Muncul Lima Tanda Ini, Segeralah Periksa ke Dokter, Bisa Jadi Itu Gejala Awal Kanker Kulit

Jika Anda menemukan satu atau lebih tanda-tanda ini, segeralah berkonsultasi ke dokter kulit.

Jika Muncul Lima Tanda Ini, Segeralah Periksa ke Dokter, Bisa Jadi Itu Gejala Awal Kanker Kulit
net
ilustrasi gejala kanker kulit 

TRIBUNJOGJA.COM - American Skin Cancer Society memerkirakan bahwa satu dari lima orang akan menderita kanker kulit dalam hidup mereka dan hitungan ini hanya untuk di AS, walau tidak menutup kemungkinan terjadi juga di negara-negara lain.

Cara terbaik untuk mencegah kanker kulit adalah dengan menghindari paparan langsung sinar UV dengan menggunakan tabir surya ketika Anda berada di luar. Namun, itu juga tidak 100 persen menghilangkan risiko Anda mendapatkan kanker.

Pemakaian tabir surya sama pentingnya dengan memantau kulit Anda dan memerhatikan setiap perubahan yang mungkin terjadi.

Dr Tim Berger, seorang dokter kulit di University of California di San Francisco, mengatakan bahwa 60 persen tahi lalat ganas yang berkembang menjadi kanker, terdeteksi oleh pasien, bukan oleh dokter kulit.

Sayangnya, tanda-tanda adanya kemungkinan kanker di kulit ini mudah untuk terabaikan, karena mata Anda belum terlatih. Karena itu, mari pahami lima tanda di kulit yang mungkin berpotensi kanker ini. Jika Anda menemukan satu atau lebih tanda-tanda ini, segeralah berkonsultasi ke dokter kulit.

#Tahi lalat baru berukuran lebih dari enam milimeter

Tahi lalat itu sendiri bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan, tapi tahi lalat baru yang ukurannya lebih dari 6mm mungkin menjadi tanda peringatan awal melanoma, yang merupakan jenis kanker kulit paling ganas.

Keberadaan tahi lalat atau bintik baru dengan ukuran di atas adalah sesuatu yang sebaikya Anda waspadai, tidak peduli kapan Anda lahir. "Melanoma tidak menyerang hanya satu kelompok umur saja," Berger memperingatkan.

#Tahi lalat baru dengan tepi yang aneh

Biasanya, bintik atau tahi lalat non-kanker memiliki bentuk simetris dan relatif mulus dengan bentuk tepi yang bisa didefinisikan, jelas Berger.

Halaman
12
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved