Belasan Siswa SDIT Nurul Akbar Muntah-muntah Karena Diduga Keracunan Biskuit

Diduga siswa-siswa tersebut keracunan jajanan biskuit yang menjadi snack yang disediakan bagi siswa.

Belasan Siswa SDIT Nurul Akbar Muntah-muntah Karena Diduga Keracunan Biskuit
Tribun Jogja/ Angga Purnama
Petugas kesehatan memberikan penanganan awal pada gejala keracunan yang dialami siswa SDIT Nurul Akbar, Terhubung, Klaten Utara, Kamis (8/9/2016). Diduga siswa keracunan biskuit yang dijadikan makanan ringan bagi siswa 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Belasan siswa SDIT Nurul Akbar, Kelurahan Gergunung, Klaten Utara mengalami mual hingga muntah, Kamis (8/9/2016) siang.

Diduga siswa-siswa tersebut keracunan jajanan biskuit yang menjadi snack yang disediakan bagi siswa.

Informasi Tribun Jogja, pada jam istirahat pertama atau sekitar pukul 09.30, siswa diberikan makanan ringan oleh pihak sekolah seperti hari-hari biasanya. Makanan yang disediakan tersebut berupa biskuit dengan merek dagang “Ria Rio” dan serabi basah.

Usai menyantap makanan ringan tersebut, kegiatan belajar mengajar tetap berlanjut seperti biasa. Namun menjelang jam makan siang, beberapa siswa mengalami mual bahkan hingga muntah-muntah.

Kondisi tersebut juga dirasakan beberapa siswa lainnya, bahkan disertai dengan pusing.

Atas kondisi tersebut, pihak sekolah kemudian menghubungi PMI Klaten untuk meminta pertolongan. Tak lama, petugas kesehatan PMI tiba di sekolah tersebut.

Petugas kemudian membawa 14 anak yang diduga mengalami keracunan ke RSI Klaten untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara belasan lainnya mendapatkan pertolongan sementara dari petugas Puskesmas Klaten Utara.

Kepala SDIT Nurul Akbar, Edy mengatakan dugaan awal, penyebab mualnya siswa adalah biskuit dalam kemasan berwarna biru itu.

Pasalnya pada kemasannya tidak terdapat tanggal kadaluarsa, sehingga dikhawatirkan tidak layak konsumsi. Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan penyebab sebenarnya gejala keracunan yang dialami siswanya.

“Kami masih menunggu keterangan dari Dinas Kesehatan. Kemungkinan dari biskuit, karena sebagian besar siswa yang mengalami mual mengaku memakan sampai beberapa biskuit. Tapi ada juga yang mual setelah makan serabi,” katanya saat ditemui.

Menurutnya, makanan ringan dan makan siang yang diberikan kepada siswa disediakan oleh pihak yayasan. Sekolah hanya memberikan jatah konsumsi tersebut kepada siswa saat jam istirahat.

“Penyediaan konsumsi dilakukan oleh penyedia jasa katering yang ditunjuk oleh yayasan. Sekolah tidak mengetahui apapun tentang katering yang disediakan, termasuk menu yang disajikan,” ungkapnya.

Sekitar pukul 14.00, siswa yang sempat mendapatkan pertolongan medis di RSI Klaten kembali ke sekolah, sebagian siswa masih terlihat pucat.

Sementara beberapa siswa yang mendapatkan perawatan dari petugas Puskesmas masih dikumpulkan di aula sekolah. (*)

Penulis: ang
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved