Breaking News:

17 Manuver Pesawat Jupiter Buka Gelaran AACC 2016

Acara tahunan antar angkatan udara di Asean kali ini diselenggarakan di Indonesia, tepatnya Yogyakarta.

Penulis: akb
Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Jihad Akbar
Pembukaan gelaran Asean Air Chief Conference (AACC), Selasa (6/9/2016) siang di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - 17 belas manuver enam pesawat Jupiter selama 17 menit membuka gelaran Asean Air Chief Conference (AACC), Selasa (6/9/2016) siang di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta.

Acara tahunan antar angkatan udara di Asean kali ini diselenggarakan di Indonesia, tepatnya Yogyakarta.

"Harapannya AACC dapat berkontribusi dalam menjadikan kawasan ASEAN sebagai kawasan aman dan damai. Menjaga keamanan ASEAN," ungkap Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Jemi Trisonjaya.

Sejak diadakan tahun 2004 lalu, Indonesia telah menjadi tuan rumah AACC dua kali. Yakni pada tahun 2006 dan tahun 2016 ini. AACC ke-13 tahun ini rencananya akan berlangsung selama empat hari, Selasa (6/9/2016) hingga Jumat (9/9/2016).

AACC kali ini mengusung tema ASEAN Air Diplomacy to Maintain Regional Peace and Security. Tema itu diambil dengan harapan Angkatan Udara di setiap negara peserta dapat berkontribusi dalam meningkatkan perdamaian dan keamanan regional Asia Tenggara.

AACC dihadiri pemimpin Angkatan Udara dari Indonesia, Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Pertemuan pejabat utama angkatan udara dari 10 negara kali ini akan membahas dua topik. Pertama terkait penyempurnaan dan penetapan SOP (standar operasional) angkatan udara dalam penanggulangan bencana di ASEAN.

Kedua yakni terkait penggunaan website angkatan udara secara bersama-sama yang akan diluncurkan pada hari pertama AACC ini.

Terkait masalah keamanan, Jemi mengatakan, pada AACC kali ini juga dibahas ancaman teroris yang dilakukan melalui udara. Hal itu dilakukan untuk mempersiapkan keamananan di wilayah ASEAN.

"Kondisi di Asean (penggunaan pesawat aksi terorisme) masih sangat minim," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved