Breaking News:

Lipsus Makam Pilot Dakota

Dubes Australia Apresiasi Usaha Pencarian Makam Pilot Dakota

Ia juga mengatakan bahwa hal itu patut dihargai dan menjadi bagian dari sejarah panjang Australia di Indonesia.

Tribun Jogja/ Dwi Nourma Handito
Makam pilot Dakota 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah makam Alexander Noel Constantine dan Roy LC Hazlehurst selesai dibangun, Michael Kramer peneliti asal Australia yang bersama Tribun Jogja menelusuri makam itu berharap makam bisa menjadi bukti dan saksi sejarah bagi kedua negara.

Ia mewakili keluarga juga mengucapkan terima kasih.

“Saya berharap suatu saat warga Australia bisa mengunjungi makam. Terlebih setiap tahun ada kunjungan pelajar dari Australia ke Yogyakarta untuk belajar bahasa Indonesia. Saya rasa mereka bisa datang untuk melihat makam dan mengetahui sejarah yang ada,” ujarnya belum lama ini.

Selain itu ia juga mengatakan ada rencana pihak keluarga akan berkunjung ke Yogyakarta untuk mendatangi makam dan tempat-tempat lain yang berkaitan dengan peristiwa Dakota VT-CLA.

Selain juga berharap bisa bertemu dengan pihak terkait.

“Semoga suatu saat keluarga dan saya harap pihak dari TNI AU bisa datang bersama di makam,” katanya.

Sementara itu, Paul Grigson, Dubes Australia untuk Indonesia mengapresiasi langkah pihak keluarga melalui peneliti Michael Kramer untuk membangun makam, ia juga menghargai pihak-pihak yang telah membantu.

Ia juga mengatakan bahwa hal itu patut dihargai dan menjadi bagian dari sejarah panjang Australia di Indonesia.

“Terkait upaya dan kerja keras seorang peneliti Australia (Michael Kramer), menelusuri makam (Noel dkk), tentu ini pekerjaan yang bagus dan penting bisa dirampungkan. Pekerjaan ini juga patut dihargai dan digarisbawahi di perjalanan panjang sejarah Australia di Indonesia. Juga jadi kredit bagus bagi warga negara Indonesia yang membantu selesainya pekerjaan ini,” kata Paul kepada Tribun Jogja sesudah Breakfast Meeting di Hotel Tentrem, Selasa (30/8/2016).

Ia juga berjanji akan mengunjungi makam itu.

“Kami (pemerintah Australia) akan melihat kemungkinan suatu saat bisa mengunjungi makam tersebut,” ujarnya.(dnh/xna)

Penulis: dnh
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved