Meski Rokok Diisukan Naik, Banyak Perokok Enggan Berhenti Merokok

Panut Sri Mulyono (22), salah satu perokok aktif mengaku belum berniat berhenti merokok karena harga rokok saat ini belum mengalami kenaikan.

Meski Rokok Diisukan Naik, Banyak Perokok Enggan Berhenti Merokok
net
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa waktu yang lalu masyarakat sempat dibuat gempar dengan isu naiknya harga rokok.

Harga rokok pun diisukan naik besar-besaran mencapai sekitar Rp 50 ribu per bungkusnya.

Namun, tampaknya sebagian besar perokok tidak menggubris wacana tersebut, Selasa (30/8/2016).

Panut Sri Mulyono (22), salah satu perokok aktif mengaku belum berniat berhenti merokok karena harga rokok saat ini belum mengalami kenaikan.

"Kalau sudah pasti naik, saya akan berpikir untuk berhenti. Ekonomi saya juga pas-pasan jadi mau tidak mau harus berhenti (jika rokok naik)," jelasnya.

Apalagi, sampai saat ini Panut belum mempunyai pekerjaan tetap, sehingga masih mengandalkan uang pemberian orang tua untuk membeli rokok.

Sementara Budhy Hartanto, mahasiswa di salah satu universtas swasta di Yogyakarta mengaku akan beralih ke rokok elektrik jika rokok benar-benar naik.

"Mungkin pindah ke vape rokok elektrik. Tapi ya gitu kurang puas rasanya," jelasnya.

dr Alissyah, salah satu dokter umum di Puskesmas Umbulharjo 1, Jalan Veteran, Yogyakarta menjelasakan kemauan masyarakat untuk berkonsultasi berhenti merokok di Puskesmas masih kurang meski sudah ada wacana harga rokok naik.

"Tidak ada peningkatan drastis, mungkin kalau sudah ketok palu, mereka merasakan nah baru heboh mungkin," jelasnya. (tribunjogja.com)

Penulis: app
Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved