Kontrol Lingkungan Akan Lebih Efektif Hentikan Kebiasaan Merokok

Banyak dari perokok yang tergerak hanya karena sudah merasa sakit.

Kontrol Lingkungan Akan Lebih Efektif Hentikan Kebiasaan Merokok
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menghentikan kebiasaan merokok memang sulit dilakukan. Selain berdampak pada kesehatan, rokok juga mempunyai dampak ekonomi.

Bayangkan saja, jika seseorang menghabiskan satu bungkus rokok dengan harga Rp15 ribu perhari, berapa rupiah yang harus orang tersebut keluarkan selama satu bulan?

Berkaitan dengan dampak rokok pada kesehatan, sejak 2009 hampir seluruh puskesmas di Kota Yogyakarta memiliki konsultasi berhenti merokok.

Memang, ada beberapa perokok yang mempunyai inisiatif untuk berhenti merokok. Namun, banyak dari mereka tergerak hanya karena sudah merasa sakit.

Atas dasar itulah, tindakan preventif harus dilakukan dalam pencegahan rokok. Salah satunya seperti program Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR).

"Program bebas asap rokok sudah disosialisasi ke warga dan membuat deklarasi. Beberapa RW di Kelurahan Pandeyan, Kelurahan Giwangan, Kelurahan Warungboto dan Kelurahan Sorosutan sudah mendeklarasikan bebas asa rokok," jelas dr Alissyah, salah satu dokter umum di Puskesmas Umbulharjo 1 dan penanggung jawab Konsultasi Berhenti Merokok, Selasa (30/8/2016).

Alissyah menambahkan, dengan banyaknya KTR akan mempersempit waktu dan ruang para perokok untuk melakukan kebiasaan buruknya tersebut.

Dengan keterbatasan tersebut, mau tidak mau perokok perlahan harus mengurangi menghisap rokok. Karena rokok merupakan kebiasaan dan kunci utama ada pada lingkungan. (Tribunjogja.com)

Penulis: app
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved