Plengkung Kraton Ngayogyakarta

Kondisi Memprihatinkan Plengkung Madyasura, Berlumut karena Tak Terawat

Tiga plengkung yang sudah berubah bentuknya itu adalah Madyasura, Jagasura dan Jagabaya. Kondisi plengkung Jagasura dan Jagabaya masih cukup terawat.

Kondisi Memprihatinkan Plengkung Madyasura, Berlumut karena Tak Terawat
tribunjogja/siti ariyanti
Kondisi plengkung Madyasura yang tak terawat, Sabtu (27/8/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM - Beberapa gerbang Kraton Ngayogyakarta atau akrab disebut plengkung sudah tak memiliki bentuk aslinya karena dipengaruhi berbagai faktor. Saat ini, bentuknya tak lagi menyatu seperti dulu dan bahkan ditumbuhi lumut karena tidak begitu terawat.

Tiga plengkung yang sudah berubah bentuknya itu adalah Madyasura, Jagasura dan Jagabaya. Kondisi plengkung Jagasura dan Jagabaya masih cukup terawat.

Belum lama ini, pihak berwenang melakukan pengecatan untuk Jagasura yang berlokasi di utara Taman Sari. Namun kondisi cukup memprihatinkan terjadi di plengkung Madyasura karena tak begitu terawat.

Selain bangunan warga yang langsung menempel di sisa-sisa plengkung, Madyasura juga ditumbuhi lumut. Plengkung ini dapat ditemui di sebelah barat jalan Mantrigawen yang masuk kampung Magersari Timur, Kelurahan Panembahan, Kraton.

Kamiyem (57), warga Magersari Timur yang bangunan tempat usahanya menempel langsung di plengkung menuturkan, generasi saat ini sudah tak banyak yang tahu bila di daerah itu ada bekas pintu gerbang keraton. Cerita itu hanya diketahui oleh orang tua.

"Saya saja tidak tahu bagaimana bentuknya. Kecil sudah seperti ini keadaannya. Tapi diceritain orangtua katanya ini bekas plengkung," katanya sambil menunjukkan sisa-sisa plengkung Madyasura.

Selama ini, pemerintah juga tidak melakukan perawatan terhadap plengkung tersebut sehingga berlumut. Perihal teguran karena bangunan warg menempel di plengkung juga tidak pernah ada.

"Ini kan dulu plengkungnya buntet terus dibuka. Perintah dari keraton kok warga boleh di sini," ujarnya.

Lain lagi cerita yang diketahui warga sekitar plengkung Jagasura. Mardi (59), warga Kadipaten Wetan mengatakan, dirinya justru tidak tahu bila di jalan menuju Tamansari itu ada plengkung.

"Kalau plengkung itu di Gading sama Wijilan. Tapi Jagasura benar di sini," ungkap Mardi.

Yang ia tahu, bangunan semacam gapura berbentuk bentar (tak menyatu) itu hanya merupakan benteng biasa. Menurutnya, pemerintah baru saja selesai mengecatnya beberapa hari lalu.

"Di atasnya ada pelataran tapi dikunci," tambah Mardi. (*)

Penulis: say
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved