Pemeran Siti Ini Kangen Berakting

Merasa tertantang dengan karakter Siti, Sekar Sari memberanikan diri untuk mengambil peran kontroversial tersebut.

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
tribunjogja/gaya lufityanti
Sekar Sari 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Merasa tertantang dengan karakter Siti, Sekar Sari memberanikan diri untuk mengambil peran kontroversial tersebut.

Tak disangka, peran itulah yang mengantarkannya ke sejumlah penghargaan bergengsi di industri perfilman di Indonesia.

Tidak terbersit awalnya jika film Siti akan diputar di lebih dari 20 festival dan menyabet beragam penghargaan. Mulanya, motivasi Sekar dalam memutuskan bergabung dalam film ini sederhana.

“Dari awal langsung suka dengan ceritanya yang real, sederhana dan mengena. Cerita yang sering terjadi di diri kita,” ujar Sekar beberapa waktu lalu.

Sekar menyebut, hal-hal dalam naskah pernah menjadi bahan pembicaraan di masyarakat. Namun faktor itu justru akan menambah keberagaman dalam cerita ini. Film Siti pun dianggapnya menjadi media bertutur tentang perempuan serta manusia.

“Setiap manusia memiliki multilayer identity, seorang aktris harus bisa menempatkan dirinya pada banyak peran yang diampu,” kata dara asli Yogyakarta ini.

Dalam film tersebut, Siti digambarkan sebagai seorang ibu tangguh yang rela melakukan apapun untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Sang suami terbaring lumpuh dan menolak berbicara setelah Siti memutuskan untuk bekerja di karaoke malam.

Berjualan peyek jingkik pada pagi hari juga dilakoninya untuk membayar hutang pada rentenir.

Memerankan karakter Siti, tentunya menjadi tantangan bagi Sekar. Siti yang kerap mengenakan pakaian minim, bisa berjoged dengan sensual di karaoke malam, hingga kebiasaan merokok sama sekali bukan karakter Sekar.

Namun karakter pekerja keras dan cenderung tidak pandai mengungkapkan ekspresinya menjadi sifat yang sama dengan Sekar.

Film ini menuntut Sekar untuk mendalami emosi Siti dengan baik, walau awalnya ia mengaku kesulitan untuk mendapatkan emosi tersebut. Berdiskusi dengan sang sutradara, Eddie Cahyono menjadi satu jalan keluarnya.

“Saya didorong untuk menemukan emosi tersebut dari pengalaman pribadi, bagaimana emosi itu muncul saat saya menghadapi permasalahan yang tidak ada solusinya,” kenang Sekar yang sempat menyabet Aktris Terbaik dalam Usmar Ismail Award pada tahun 2016 lewat film Siti ini.

Selain penghargaan tersebut, Sekar juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik versi Indonesian Movie Actors Award 2016 dan Best Performance on Silver Screen Award dalam Singapore International Film Festival 2014 melalui film yang sama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved