Wisatawan Hutan Mangrove Mengeluh Kena Pungutan Retribusi Perbaikan Jalan Wilayah Purworejo

Popularitas objek wisata hutan mangrove di wilayah Kulonprogo sisi barat Sungai Bogowonto belakangan ini justru memunculkan sejumlah titik retribusi.

Wisatawan Hutan Mangrove Mengeluh Kena Pungutan Retribusi Perbaikan Jalan Wilayah Purworejo
Tribun Jogja/Yoseph Harry
Objek wisata hutan mangrove di wilayah Kulonprogo sisi barat Sungai Bogowonto 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Popularitas objek wisata hutan mangrove di wilayah Kulonprogo sisi barat Sungai Bogowonto belakangan ini justru memunculkan sejumlah titik retribusi.

Selain karcis masuk lokasi objek wisata di wilayah Kulonprogo itu, muncul pula titik penarikan retribusi di jalan masuk wilayah Purworejo.

Penarikan retribusi yang tidak hanya satu kali ini membuat sejumlah pengunjung mengeluh. Jika sesama pengelola retribusi tidak saling berkoordinasi atau berkomunikasi, bukan tidak mungkin masalah penarikan tersebut menjadi rawan konflik antarkelompok warga.

Saat ini, paling tidak ada sejumlah pengunjung yang mulai mempertanyakan persoalan penarikan retribusi tersebut.

Seorang pengunjung asal Nanggulan, Slamet Widodo, mengatakan dirinya harus membayar retribusi dua kali. Pertama saat memasuki jalan wilayah Jogoboyo Purwodadi Purworejo untuk menuju Hutan Mangrove Kadilangu, Jangkaran Kecamatan Temon, kulonprogo.

Penarikan kedua adalah retribusi masuk lokasi Hutan Mangrove Kadilangu.

"Di jalan Jogoboyo ditarik Rp 2.000 tapi tidak dijelaskan untuk apa. Lalu di tempat wisata ditarik Rp 8.000 untuk dua orang," kata Slamet, Senin (22/8/2016).

Tanpa Penjelasan

Untuk retribusi di tempat wisata dijelaskan sebagai retribusi wisata karena telah memanfaatkan fasilitas dan parkir di lokasi, sedangkan penarikan di jalan wilayah Jogoboyo tanpa penjelasan.

Halaman
123
Penulis: ose
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved