Stand Sate Afrika Hadir di Prambanan Jazz Festival
Makanan yang berbahan dasar daging sapi ini memang berbumbu asli dari Afrika.
Laporan Reporter Magang Tribun Jogja, Maulidina Niharotul Izzah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Selain penyanyi nasional dan internasional, Prambanan Jazz Festival juga menghadirkan puluhan stand makanan yang berjejer di halaman Candi Prambanan pada Sabtu, (20/8/2016).
Salah satu yang menarik adalah stand makanan yang bernama Sate Afrika.
Makanan yang berbahan dasar daging sapi ini memang berbumbu asli dari Afrika.
Agung, salah satu pegawai sate Afrika menjelaskan bahwa pemilik warung yang bernama Haji Ismail Coulibali memang merupakan warga asli Afrika.
Dengan menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia menjadikan warung yang beralamat asli di jalan Tajem, Maguwoharjo ini tetap cocok dengan selera pengunjung
"Selain original kami juga menyajikan rasa pedas manis dan blackpaper, tapi yang lebih laris justru rasa originalnya," ujar Agung.
Dalam penyajiannya pun tergolong unik, selain dimakan dengan nasi, sate Afrika juga disajikan dengan pisang.
"Karena di Afrika sana makanan pokoknya jarang nasi, sebagai gantinya ya pisang," tambah Agung
Rahmat salah satu pengunjung menjelaskan alasannya menyukai menu sate Afrika ini salah satunya karena namanya unik, dan memunculkan rasa penasaran
"Tapi saya sih lebih suka yang rasa blackpeper," ujar Rahmat
Stand yang buka dari sekitar pukul 02.00 sampai dengan pukul 24.00 ini menawarkan harga Rp55.000 untuk seporsi sate Afrika dengan pilihan nasi atau pisang.. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sate-afrika_ufhf_20160820_195209.jpg)