Masyarakat Desa Jangkaran Kulonprogo Berswadaya Kembangkan Wisata Hutan Mangrove

Masing-masing lokasi mempunyai ciri khas dan daya tarik tersendiri.

Masyarakat Desa Jangkaran Kulonprogo Berswadaya Kembangkan Wisata Hutan Mangrove
Maulidina Niharotul Izzah
Jembatan api-api salah satu area di hutan wisata Mangrove yang dikelilingi berbagai jening tanaman , Selasa (16/08/2016) 

Laporan Reporter Magang Tribun Jogja, Maulidina Niharotul Izzah

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Wisata alam hutan Mangrove merupakan salah satu destinasi wisata menarik yang terletak di barat kota Yogyakarta, tepatnya di desa Jangkaran, kecamatan Temon, Kulonprogo.

Dalam satu area, terdapat empat lokasi hutan yang menyediakan jasa wisata mangrove. Di antaranya yaitu
Kadilangu, Jembatan Api-Api, Ngudilestari, dan juga Wanatirta.

Masing-masing lokasi mempunyai ciri khas dan daya tarik tersendiri.

Di lokasi Jembatan Api-Api misalnya, pengunjung dapat menikmati pemandangan sekaligus menyeberangi jembatan besar yang terbuat dari kayu dan bambu.

Biaya masuknya pun sangat terjangkau, pengunjung hanya dikenakan biaya Rp 4.000 per orang , Rp 2.000 untuk parkir motor, dan Rp 5.000 untuk parkir mobil.

"Bagus sih tapi jenis mangrove nya kurang banyak, kalau bisa ditambah lagi biar rimbun dan makin banyak pengunjung," ujar Fikri, salah satu pengunjung.

Ketika ditemui tim Tribun Jogja, Selasa (16/8/2016), Supriyanto, salah satu pengelola mangrove di Jembatan Api-Api menjelaskan bahwa dana yang digunakan untuk pembangunan merupakan hasil dari swadaya masyarakat sekitar

"Kami terus akan mengembangkan area wisata ini, soalnya ini murni dari masyarakat , tidak ada campur tangan pemerintah kecuali yang area Wanatirta," jelasnya.

Area wisata ini dibuka dari sekitar pukul 06.00 sampai sekitar pukul 19.00. Ada baiknya jika pengunjung datang pada sore hari ketika matahari tidak terlalu menyengat. (*)

Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved