Debut Tak Terlupakan Pemain PSS Wahyu Sukarta
Sisa euforia keberhasilan menjungkalkan tuan rumah PSMP Mojokerto empat gol tanpa balas beberapa hari lalu masih dirasakan suporter PSS Sleman.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sisa euforia keberhasilan menjungkalkan tuan rumah PSMP Mojokerto empat gol tanpa balas beberapa hari lalu masih dirasakan suporter PSS Sleman.
Selain memuluskan jalan lolos babak 16 besar, torehan itu adalah pencapaian terbaik PSS sepanjang turnamen. Sekaligus, menjadi momen penting salah satu pemain muda mereka.
Pemain muda PSS tersebut adalah Wahyu Sukarta, yang di laga melawan PSMP kemarin baru saja menjalani debut perdana bersama Super Elang Jawa. Ia masuk menggantikan Mahadirga Lasut sekitar menit 76.
Ini adalah pertama kalinya Wahyu bermain untuk PSS di pertandingan resmi setelah sebelumnya lebih sering duduk di bangku cadangan.
Wahyu menjadi pemain muda berstatus debutan di tim profesional terakhir PSS yang akhirnya dimainkan. Sebelumnya, sudah ada Chandra Lukmana, Andi Sandria, Rama Yoga dan Jodi Kurniadi yang akhirnya mengenakan jersey PSS di sebuah partai resmi.
Sedikit terlambat karena sudah di penghujung turnamen, tapi ini jauh lebih baik.
Bagi Wahyu sendiri, bisa benar-benar di lapangan hijau ketika PSS bertanding di sebuah partai resmi adalah sebuah pencapaian luar biasa.
"Yang jelas pertandingan melawan PSMP kemarin tidak akan pernah saya lupakan, karena itu adalah debut pertama saya membela PSS, senang, deg-degan campur jadi satu," kata Wahyu.
Perasaan senang, karena keinginannya dari dulu bisa bermain untuk PSS akhirnya tercapai. Ini berarti hasil kerja kerasnya sudah mulai ada progres.
Ia sendiri sempat tak menyangka bahwa instruksi pelatih yang memintanya melakukan pemanasan akhirnya berujung dengan benar-benar masuk ke lapangan hijau.
Sedangkan perasaan deg-degan karena ini adalah pertandingan pertamanya. Belum lagi, PSS bermain tandang yang tentunya akan mendapat tekanan berlebih dari lawan.
Semua tahu jika pertandingan perdana apalagi bermain di kandang lawan selalu tidak mudah dijalani oleh pemain muda seperti Wahyu.
Selengkapnya simak di halaman 22 Tribun Jogja edisi Rabu (17/8/2016). (*)