Polres Bantul Susah Akses Berkas Bantul Expo 2015

Polres Bantul mengaku sudah meminta izin Bupati Bantul untuk melakukan penyelidikan, dengan meminta sejumlah berkas yang berkaitan dengan BE 2015.

Polres Bantul Susah Akses Berkas Bantul Expo 2015
tribunjogja/usman hadi
Puluhan lapak ilegal berjejer di Bantul Ekspo. Lapak-lapak PKL ini diurus oleh Yanto, sementara kepengurusan lapak tersebut terlepas dari pihak ketiga yang dikelola Bambang, Senin (8/8/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kasus pungutan liar di Bantul Expo (BE) 2015 yang saat ini ditangani Polres Bantul, kini kasus tersebut masih berhenti di tempat.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo, hal tersebut dikarenakan pihaknya kesusahan dalam mendapatkan berkas BE 2015, sehingga kasus itu sampai sekarang belum jelas jeluntrungnya.

Perihal kasus tersebut, pihaknya mengaku sudah meminta izin Bupati Bantul untuk melakukan penyelidikan, dengan meminta sejumlah berkas yang berkaitan dengan BE 2015.

Berkas-berkas tersebut menurutnya amat penting, dan bila berkas tersebut tak bisa diakses, maka kasus tersebut menurutnya tak bisa dibongkar.

Anggaito menambahkan jika sampai sekarang pihaknya belum bisa mengakses sejumlah berkas BE 2015, imbasnya kasus pungli di BE 2015 belum ada perkembangan yang berarti.

"Kasus inikan 20 persen penyelidikan dan 80 persen masuk tindak pidana korupsi (tipikor). Padahal kalau tipikor itu keberadaan data sangat penting," ungkapnya.

Untuk mengusut kasus tersebut, banyak berkas yang sekiranya diperlukan pihak kepolisian. Di antara dokumen tersebut seperti draf, data pedagang yang masuk, dan keseluruhan data yang menyangkut BE 2015.

"Untuk tahun lalu itu laporan yang masuk bukan ditujukan ke Yanto, tapi untuk kasus tersebut Yanto juga sudah kami panggil untuk dimintai keterangan," ungkapnya.

Buka Aduan

Perihal adanya dugaan pungli di acara BE tahun ini, Anggaito menyebut jika ada pedagang baik secara perseorangan maupun kelembagaan yang merasa dirugikan dengan adanya pungli di BE, pihaknya membuka lebar bagi setiap masyarakat untuk melapor.

Dengan adanya aduan, pihaknya bakal melakukan penyelidikan. "Kalau benar adanya pungutan liar nanti akan kami tindak," tegasnya. (*)

Penulis: usm
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved