PDIP dan PAN Deklarasikan Hasto - Tedjo untuk Pilkada Kulonprogo 2017

Deklarasi untuk mengusung pasangan ini digelar di Hotel King Wates, Senin (8/8/2016).

PDIP dan PAN Deklarasikan Hasto - Tedjo untuk Pilkada Kulonprogo 2017
Tribun Jogja/ Yoseph Hary W
Deklarasi pasangan Hasto - Tedjo digelar PDIP dan PAN di aula hotel king Kulonprogo, Senin (8/8/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Rekomendasi DPP PDI Perjuangan - PAN terkait bakal calon bupati dan wakil bupati yang bakal diusung pada pilkada 2017 di Kulonprogo akhirnya resmi jatuh pada dua nama incumbent, Hasto Wardoyo dan Sutedjo.

Deklarasi untuk mengusung pasangan ini digelar di Hotel King Wates, Senin (8/8/2016).

Meski beberapa waktu sebelumnya sudah muncul kesepakatan antara lima partai politik untuk mengusung Hasto - Tedjo, rekomendasi yang muncul resmi baru dari dua partai tersebut.

Sembari menunggu dukungan partai lain seperti Golkar, PKS dan lainnya, PDIP - PAN mendeklarasikan pasangan ini dengan dihadiri langsung Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristianto dan Wakil Ketua DPP PAN Hanafi Rais.

Hasto Kristianto mengatakan deklarasi tersebut merupakan yang pertama. Mengambil momentum masa akhir jabatan Hasto Wardoyo - Sutedjo, menurutnya, deklarasi itu sebagai bagian dari persiapan Pilkada 2017 di Kulonprogo.

Meski demikian, Hasto Kristianto mengakui selain dari PDI Perjuangan dan PAN, rekomendasi dari partai lain belum turun. Pada kesempatan deklarasi itu pun sejumlah perwakilan partai lain seperti Golkar, PKS dan lainnya turut hadir sebagai undangan.

"Kami membuka diri, apalagi prinsip gotong royong dan kerjasama kalau dengan banyak partai bisa meningkatkan stabilitas pemerintah," ujarnya, usai deklarasi tersebut, Senin.

Nama Hasto Wardoyo - Sutedjo nampaknya menjadi satu-satunya pilihan bagi DPP PDI Perjuangan sejauh ini. Dengan segudang prestasi sepanjang memimpin daerah, keduanya dianggap layak maju lagi di Pilkada 2017.

Hasto Kristianto pun menegaskan rekomendasi itu merupakan hasil assesment secara fair.

Menurutnya, uji kelayakan dilakukan terhadap semua calon atau pasangan yang mendaftar di PDI perjuangan. Melibatkan ahli psikologi, tes assesment kepemimpinan, cara penyelesaian masalah, daya tahan terhadap tekanan, dan melalui pemetaan politik, DPP PDI perjuangan akhirnya menilai Hasto - Tedjo adalah yang terbaik.

"Kami juga berangkat dari tradisi hidup secara kultural, dengan stabilitas pemerintah di bawah Sri Sultan HB X masyarakat jawa respek terhadap pemimpin. Sehingga stabilitas menjadi penting, maka kami dorong kerjasama bupati dan wakilnya secara harmonis, sehingga kami tidak merubah pasangan yang ada karena ini yang diinginkan rakyat," kata Hasto Kristianto.

Dalam sambutannya, Hasto Kristianto dengan gaya bercanda juga mengatakan Hasto Wardoyo sebagai dokter kandungan memiliki filosofi kesuburan untuk menyejahterakan rakyat, ditambah adanya dukungan Sutedjo yang bijak dan lebih senior.

"Jadi langsung rekomendasi untuk Hasto - Tedjo," ujarnya. (*)

Penulis: ose
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved