Menkes Percayakan Penanganan Virus Mers pada Kementrian Kesehatan Arab Saudi

Pemerintah memiliki skema penanganan Virus Mers (Middle East Respiratory Syndrome) untuk jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini.

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah telah memiliki skema penanganan Virus Mers (Middle East Respiratory Syndrome) untuk jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek mengatakan bahwa pihaknya telah bertemu Kementrian Kesehatan Arab Saudi dan melakukan koordinasi terkait penanganan kesehatan jamaah haji asal Indonesia ketika melaksanakan ibadah di sana.

"Kami titip pada mereka (Kementrian Kesehatan Arab Saudi) terkait penanganan virus mers atau virus onta," jelasnya, ketika menghadiri sebuah kegiatan di Ambarrukmo Royal belum lama ini.

Nila menjelaskan, bahwa sudah mempercayakan hal tersebut kepada Kementrian Kesehatan Arab Saudi, sehingga bila nantinya ada jamaah Indonesia yang terkena Virus Mers, Kementrian Arab Saudi punya wewenang untuk mencegah yang bersangkutan kembali ke Indonesia untuk mendapatkan penanganan yang optimal di sana.

"Jadi misalkan ada yang demam, diperiksa, dan ternyata harus ditahan tidak boleh kembali dulu ke Indonesia karena terserang virus onta," lanjutnya.

Selain itu, wanita yang pernah menjadi Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut mengatakan bahwa jamaah haji Indonesia didominasi usia tua, yakni di atas usia 60 tahun.

Itu membuat jamaah haji asal Indonesia berisiko tinggi, dan rata-rata memiliki satu bahkan lebih penyakit.

"Sebelumnya dilakukan pemeriksaan terhadap jamaah. Mereka diperiksa kesehatannya, kalau ada yang sakit diobati, hingga pada saat keberangkatan nanti Insya Allah mereka bisa berangkat," imbuhnya.

Nila menjelaskan bahwa untuk tim medis yang disediakan pun akan melakukan tugasnya dengan baik untuk mengawal kelancaran jamaah yang menunaikan ibadah haji di tanah suci.

Mulai dari klinik, dokter pendamping, catatan medis, dan juga pemberian gelang merah (beisiko tinggi), kuning (ada penyakit), dan hijau (sehat).

Halaman
12
Penulis: kur
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved