Breaking News:

Kasus Waluyo Tergolong Langka di Pengadilan Negeri Yogyakarta

Kasus Waluyo yang dinyatakan meninggal namun ternyata kembali ke rumah adalah kasus unik yang baru pertama kali ini ditangani oleh PN Yogyakarta.

tribunjogja/khaerur reza
Waluyo (berkaos jingga) yang sudah dianggap meninggal oleh warga sekitar bahkan sudah dimakamkan di kampung halamannya yang ada di Suren Kulon, Canden, Jetis, ternyata pulang ke rumah dalam keadaan sehat. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza

TRIBUNJOGJA.COM JOGJA - Kasus Waluyo yang dinyatakan meninggal namun ternyata kembali ke rumah adalah kasus unik yang baru pertama kali ini ditangani oleh Pengadilan Negeri Yogyakarta.

"Kasus seperti ini belum pernah ada dan memang sangat langka, orang yang masih hidup dinyatakan sudah mati dan ada jenazah yang tak diketahui identitas dimakamkan oleh keluarga," jelas Humas PN Yogyakarta, Sumedi Senin (8/8/2016).

PN Yogyakarta memang baru saja menerima Waluyo dan keluarganya yang hendak menghidupkan kembali Waluyo yang secara administratif sudah meninggal dunia.

[baca: Waluyo Datangi Pengadilan Minta Kematiannya Dicabut]

Sumedi menambahkan dalam prosesnya nanti Waluyo akan menggugat kepada keluarga serta pemerintah yang sudah menerbitkan akta kematiannya.

Nantinya proses pengadilan akan berjalan seperti biasa mulai mendengarkan saksi, bukti serta tidak menutup kemungkinan untuk mendatangkan saksi ahli.

"Kalau memang terjadinya seperti itu nanti kita batalkan (kematiannya) kenapa tidak, kan status hukumnya penting buat orang ini. Jangan sampai digantung statusnya masak orang hidup dinyatakan mati," tambahnya.

[baca: Sudah Dimakamkan Setahun Lalu, Pria Ini Tiba-tiba Pulang dalam Kondisi Sehat]

Sementara untuk kepastian jenazah yang sudah dikuburkan di Bantul yang sempat dianggap sebagai Waluyo menurutnya adalah wewenang dari pihak kepolisian.

PN Yogyakarta juga menjanjikan tidak akan memungut biaya dalam kasus pengadilan Waluyo karena yang bersangkutan termasuk golongan warga yang tidak mampu.

Hari ini sendiri gugatan belum jadi dimasukkan karena masih ada kelengkapan berkas yang belum dibawa sehingga mereka hanya sekedar berkonsultasi dahulu. (*)

Penulis: khr
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved