Pemuda Baros Olah Sampah Jadi Berkah

Sampah yang berada di muara sungai dan pesisir pantai kawasan Bantul membuat warga sekitar prihatin.

Pemuda Baros Olah Sampah Jadi Berkah
Tribun Jogja/Agung Ismiyanto
Sampah terlihat memenuhi pinggiran pantai di kawasan hutan mangrove Baros, Desa Tirtohargo, Kretek. Melihat kondisi ini, pemuda-pemudi Baros akhirnya berkreasi dengan sampah menjadikannya produk bernilai jual. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sampah yang berada di muara sungai dan pesisir pantai kawasan Bantul membuat warga sekitar prihatin.

Betapa tidak, sampah dari kawasan hulu ini menimbulkan beragam dampak, baik secara sosial, ekonomi, maupun kesehatan.

Meski demikian, Keluarga Pemuda Pemudi Baros (KP2B) yang berada di Kecamatan Kretek, berupaya untuk berkreasi dengan sampah yang setiap tahun menimbulkan persoalan.

Mereka selama beberapa bulan terakhir ini, akhirnya mengembangkan kerajinan dari sampah kayu yang dipungut dari kawasan laut.

“Selama dua bulan ini, kami berupaya membuat kerajinan kayu dari sampah yang memenuhi muara dan mengganggu penduduk serta ekosistem,” kata perwakilan dari KP2B, Dwi Ratmanto, Jumat (5/8/2016).

Dwi menjelaskan, barang kerajinan ini pun saat ini sudah dilirik seorang pengusaha di bidang furniture yang berasal dari Jerman.

Meski belum diekspor, namun mimpi warga yang tinggal di sekitar wilayah konservasi mangrove Baros ini adalah pasar internasional.

Dwi tidak memungkiri, beberapa tahun terakhir, setiap kali air pasang akibat gelombang tinggi, sampah menjadi persoalan pelik.

Bau menyengat, kotor, dan estetika yang kurang bagus akibat sampah yang menumpuk ini membuat warga kesal.

Halaman
12
Penulis: ais
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved