Lipsus Sonobudoyo

Pihak Museum Terus Berharap Koleksi yang Hilang Bisa Ditemukan

Benda cagar budaya tersebut tidak dapat dihapuskan dari register, meski secara undang‑undang bisa dihapuskan.

Pihak Museum Terus Berharap Koleksi yang Hilang Bisa Ditemukan
tribunjogja/dwi nourma handito
Kepala Museum Sonobudoyo Riharyani menunjukan foto topeng emas Nayan yang menjadi salah satu bagian dari koleksi museum yang hilang pada Agustus 2010. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terkait dengan kasus hilangnya koleksi Museum Sonobudoyo yang hampir berumur enam tahun, Kepala Museum Sonobudoyo, Riharyani, mengatakan pihaknya tetap masih menunggu benda‑benda cagar budaya yang hilang itu bisa diketemukan lagi.

Perempuan yang menjabat Kepala Museum Sonobudoyo sejak 2013 ini mengatakan jarang ada update informasi dari kepolisian.

"Sejak 2013 saya dua kali dihubungi (polisi), perkembangan seperti ini ibu, dan kami pokoknya tetap berusaha mencari sampai ketemu," ujarnya ditemui di ruang kerjanya.

Terkait dengan Pasal Nomor 51 Undang‑undang Cagar Budaya nomor 11 tahun 2010 ia mengatakan bahwa benda cagar budaya tersebut tidak dapat dihapuskan dari register, meski secara undang‑undang bisa dihapuskan.

Data terkait benda cagar budaya tersebut menurutnya akan tetap ada di register dan tidak boleh dihilangkan.

"Maka saya tetap milih seperti Pak Kepala Dinas (Dinas Kebudayaan DIY), dapat tidak dihapuskan karena kami tetap menunggu sampai bisa ketemu. Saya yakin suatu saat akan ketemu, cuman kapan?" katanya.

"Karena polisi selalu berdalih tanpa ada barang bukti satupun kita sulit mengungkap. Menurut saya walau barang bukti satu ditemukan berarti bisa membongkar yo? Polisi begitu dalihnya, tetapi kalau menemukan satu saja yang hilang itu sulitnya, ya seperti saat ini gak ada informasi sama sekali," lanjutnya.

Tribun Jogja mencoba mengkonfirmasi terkait kasus Sonobudoyo kepada Kepala Dinas Kebudayaan DIY, namun permintaan wawancara belum ditanggapi. Sementara Kasus pencurian koleksi benda cagar budaya Museum Sonobudoyo ditangani Polresta Yogyakarta.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Yogyakarta AKP Muhamad Kosim Akbar Bantilan ketika dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus Sonobudoyo ini ia enggan berkomentar banyak.

"Saya yang kena dampaknya nih, saya gak tau, gak," ujarnya irit berbicara saat dikonfirmasi Tribun Jogja di kantor Polresta Yogyakarta, Senin (1/8/2016).

Delapan hari lagi, genap enam tahun topeng emas Nayan hilang dari Museum Sonobudoyo. Karya maestro itu hingga kini belum ditemukan jejaknya. Menurut UU Cagar Budaya, jika 6 tahun tak ada kejelasan, akan dihapus dari register nasional. (*)

Penulis: dnh
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved