Pengeroyokan Dua Jukir di Tamsis Konflik Pribadi, PPP Tidak Terlibat

Kalangan PPP meyakini pengeroyokan itu permasalahan pribadi, bukan pertikaian karena partai, dan pelakunya menurut Syarif Hidayat beratribut PDIP.

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Yogyakarta menegaskan dua orang yang menjadi korban pengroyokan di Jalan Taman Siswa pada Minggu (31/7/2016), merupakan warga biasa.

Kalangan PPP meyakini pengeroyokan itu permasalahan pribadi, bukan pertikaian karena partai, dan pelakunya menurut Syarif Hidayat beratribut PDIP.

Dalam penjelasannya, Pembina Satgas PPP Kota Yogyakarta Syarif Hidayat yang ditunjuk jadi juru bicara, mengungkapkan, tidak benar bila simpatisan partainya yang melakukan pengeroyokan.

Ia juga menegaskan dua korban kekerasan pada Minggu (31/7/2016) merupakan tukang parkir yang sedang duduk-duduk di depan Modiz Fashion, Jalan Tamansiswa, Kota Yogya.

Ia menceritakan, ketika itu dua tukang pakir tersebut tiba-tiba didatangi segerombolan orang lalu tanpa diskusi terlebih dahulu langsung mengeroyok mereka berdua. Syarif menegaskan, pelakunya adalah simpatisan PDI-P yang jelas sekali terlihat.

"Tukang parkir itu bukan simpatisan PPP, jadi mereka hanya warga biasa yang kemudian dikeroyok oleh simpatisan PDIP," tutur Syarif.

Penjelasan ini merupakan klarifikasi resmi PPP atas berita sebelumnya yang menimbulkan kesalahpahaman tentang siapa korban dan siapa pelaku kekerasan.

Sejumlah tokoh dari elemen massa PPP, mendatangi redaksi Tribun Jogja, Senin (2/8/2016), dan menyampaikan hak jawabnya.

Kedatangan mereka diterima Pemimpin Redaksi Setya Krisna Sumarga dan Manajer Liputan Sulistiono. Atas kekeliruan itu, redaksi Tribunjogja.com menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan. (Tribunjogja.com)

Penulis: gil
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved