Breaking News:

Komisi B Himbau DPP Untuk Tingkatkan Keamanan Pasar

ada tiga hal yang perlu mendapat pembenahan, yaitu soal penambahan jumlah kamera CCTV, menambah tenaga keamanan, serta pembuatan pos keamanan.

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: oda
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Sejumlah polisi berpakaian preman terus memantau situasi toko emas Kidang yang pada Kamis (21/7/2016) pagi diketahui telah disatroni perampok. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Terkait kasus perampokan yang menimpa toko emas Kidang di kawasan Pasar Rejowinangun, Kota Magelang, Komisi B DPRD Kota Magelang mengaku prihatin dan terkejut, sehingga dirasa perlu adanya evaluasi untuk mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari.

Dituturkan oleh Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang, Waluyo, bahwa pihaknya sudah bertemu langsung dengan SKPD terkait, yaitu Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Magelang untuk membahas permasalahan tersebut pada Selasa (26/7/2016) silam.

Hal itu dinilai sangat penting karena menyangkut sistem keamanan.

"Terus terang kami terkejut dengan kejadian ini, mengingat sistem keamanan di dalam pasar sebenarnya sudah cukup baik, sudah terpasang beberapa unit kamera CCTV, dengan jumlah petugas keamanan yang terbilang sudah cukup mumpuni," cetus Waluyo, Rabu (27/7/2016).

Akan tetapi, mengetahui belum adanya kamera CCTV yang mengarah ke luar pasar, atau ke Jalan Mataram pada khususnya, dimana lokasi itu merupakan tempat berdirinya toko emas Kidang, Waluyo menekankan, bahwa permasalahan tersebut yang harus dievaluasi dan segera mendapat pembenahan.

"Menurut kami, ada tiga hal yang kiranya perlu mendapat pembenahan, yaitu soal penambahan jumlah kamera CCTV, menambah tenaga keamanan, serta pembuatan pos keamanan di setiap akses masuk menuju pasar," ujar Waluyo.

Untuk kamera CCTV, sejauh ini yang paling darurat dan harus segera dilakukan penambahan adalah yang mengarah ke luar pasar.

Selain itu, ia juga menghimbau supaya kualitas perangkat yang sudah ada saat ini bisa ditingkatkan guna menunjang sistem keamanan.

Politisi Partai Demokrat itu kembali menjelaskan, sebagai pasar induk, sudah seharusnya Pasar Rejowinangun mendapatkan perhatian lebih.

Termasuk juga dengan deretan pertokoan yang berada di Jalan Mataram, meski letaknya sudah di luar pasar sekalipun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved