Bom Bunuh Diri di Mapolresta Surakarta

Jadi Buruh Kandang Nur Rohman Pakai Nama Bayu

Nur Rohman alias Bayu telah bekerja dan tinggal di kandang ayam selama enam bulan sebelum akhirnya tewas dalam aksinya sehari menjelang Idul Fitri.

Jadi Buruh Kandang Nur Rohman Pakai Nama Bayu
tribunjogja/angga purnama
Tim Densus 88 dibantu petugas Polres Klaten mengamankan barang bukti di lokasi penggeledahan di Dusun Menggung, Desa Gedongjetis, Tulung, Sabtu (23/7). Lokasi tersebut diduga pernah menjadi tempat pelarian pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta, Nur Rohman. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebagian besar warga di Dusun Menggung, Desa Gedongjetis, Tulung lebih mengenal pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta, Nur Rohman, dengan nama Bayu selama bekerja sebagai buruh di kandang ayam petelur.

Kurang lebih, Nur Rohman alias Bayu telah bekerja dan tinggal di kandang ayam selama enam bulan sebelum akhirnya tewas dalam aksinya sehari menjelang Idul Fitri lalu.

Dari keterangan sejumlah warga, Nur Rohman atau Bayu tidak memiliki perangai yang mencurigakan. Bahkan sebagian warga sempat mengira Nur Rohman alias Bayu memiliki sedikit gangguan mental.

"Selama bekerja di sana (kandang ayam) tidak ada yang mencurigakan, malah ada yang mengira dia (Bayu) sedikit tidak waras," kata Mujiyanto, warga setempat, Minggu (24/7/2016).

Anggapan gangguan mental itu lantaran saat bertemu dan ditanya oleh warga, jawaban yang diberikan Bayu hanya singkat dan seringkali seenaknya sendiri. Meski demikian, perilaku itu tidak memunculkan kecurigaan warga.

Bayu bahkan banyak bertemu warga selama bekerja di kandang ayam saat di warung untuk sekedar makan atau minum kopi. Perilakunya, menurut warga, bahkan tidak terkesan menutup diri.

"Ya biasanya bicara dengan warga. Kalau ditanya selalu dijawab, tapi jawabannya kadang seenaknya sendiri," kata dia.

Selama bekerja di kandang itu, Bayu menempati sebuah bangunan yang ada di kompleks kandang dengan luas sekitar satu hektare itu.

Layaknya pekerja lainnya, ia keluar kandang untuk mengantarkan telur saat pagi dan menagih uang telur saat sore hari.

Hanya saja, kata Mujiyanto, sebelum Ramadan lalu Bayu tiba-tiba keluar dari tempatnya bekerja. Sejak itu, warga tidak lagi melihat Bayu di Menggung.

"Kayaknya sebelum puasa sudah tidak kerja di kandang. Warga tidak tahu kemana perginya, tiba-tiba saja tidak kelihatan," katanya.

Kandang milik Wn (40) yang saat ini diamankan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror itu memang sering berganti pekerja. Kebanyakan yang bekerja untuk mengelola kandang itu adalah warga luar wilayah Kecamatan Tulung.

Kondisi tetsebut membuat warga tidak terlalu memperhatikan keberadaan Nur Rohman alias Bayu.

Warga setempat baru teringat dengan Bayu saat sosok Nur Rohman yang tewas akibat bom bunuh diri foto wajahnya tersebar di berbagai media. (*)

Penulis: ang
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved