Polres Kulonprogo Gelar Simulasi Road Blocker di Alun-alun Wates

Simulasi penggunaan alat Road Blocker oleh kepolisian tersebut berlangsung cepat

Polres Kulonprogo Gelar Simulasi Road Blocker di Alun-alun Wates
Tribun Jogja/ Yoseph Hary W
Perangkat Road Blocker dipasang jajaran Polres Kulonprogo saat simulasi penggunaan alat antisipasi penanganan tindak kriminal dan terorisme di Alun-alun Wates, Selasa (19/7/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Seorang pengedar narkoba berusaha kabur saat sejumlah anggota polisi mengejar dan akan menangkapnya, Selasa (19/7/2016).

Menggunakan sepeda motor, terduga pengedar tersebut bahkan berani menerobos polisi yang mencoba menghadangnya di jalur lingkar Alun-alun Wates sisi barat.

Namun beberapa anggota polisi lainnya telah mengantisipasi aksi pelaku dengan memasang Road Blocker, beberapa meter di depannya.

Nekat melintasi perangkat road blocker yang dipasang melintang di tengah jalan depan LP Wates, kendaraan pelaku pun limbung karena ban kendaraannya mulai kempes.

Tidak lebih dari 30 detik setelah melintasi garis road blocker, pelaku terjatuh bersama kendaraannya. Anggota polisi langsung menangkapnya untuk dibawa dan diperiksa di Mapolres.

Simulasi penggunaan alat Road Blocker oleh kepolisian tersebut berlangsung cepat. Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP Imam Bukhori, mengatakan dengan alat itu hanya butuh waktu 30 detik ban kendaraan akan kempes kehabisan angin.

"Maksimal kendaraan melaju 80 meter setelah melintasi road blocker lalu kehabisan angin," kata Imam, saat simulasi alat Road Blocker tersebut, Selasa.

Menurutnya, perangkat tersebut didesain cocok untuk penanganan tindak kriminal dan penangkapan pelaku terorisme. Singkatnya, alat itu dapat mencegah upaya kabur pelaku kriminal atau pelaku teror.

Selama pelaksanaan simulasi itu, kepolisian sampai harus menutup jalur lingkar Alun-alun Wates sisi barat. Proses itu harus menghabiskan seluruh badan jalan sehingga pengendara sementara waktu dilarang melintas.

Kasat Sabhara Polres Kulonprogo, AKP Sudaryana, menambahkan bahwa peralatan itu sebenarnya sudah dimiliki Polres beberapa waktu lalu. Namun maraknya tindak kriminal di berbagai daerah belakangan membuat Polres Kulonprogo mengaktifkannya kembali sebagai antisipasi.

"Sebagai antisipasi baik tindak kriminal maupun terorisme alat ini akan kami fungsikan kembali," kata Sudaryana.

Sementara dalam waktu dekat ini pemasangan alat tersebut terutama di kompleks Mapolres Kulonprogo. Terlebih, pemasangan alat itu diterapkan ketika sedang dilaksanakan kegiatan penting, untuk mengantisipasi aksi terorisme. (*)

Penulis: ose
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved