Perkuat Silaturahmi, Pemkab Sleman Sowan ke Rumah Alim Ulama

Hal ini dilakukan untuk mempererat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan para tokoh agama tersebut.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Agenda kunjungan ke kediaman tokoh alim ulama tengah digelar Pemerintah Kabupaten Sleman dalam beberapa hari ini.

Hal ini dilakukan untuk mempererat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan para tokoh agama tersebut.

Kegiatan silaturahmi diawali pada Selasa (19/7/2016) ini dengan mengunjungi kediaman tiga tokoh. Yakni kediaman KH Abdul Chaliq Muchtar di Perum Banteng, Sinduharjo, Ngaglik lalu dilanjutkan dengan mengunjungi kediaman Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sleman, Drs KH Ma'mum M Muroi LML di Klabanan, Sinduharjo, Ngaglik.

Rangkaian kunjungan berakhir di Ponpes Mursyidulhadi Plosokuning, Minomartani yang dulunya digawangi Almarhum KH Zamakhsyari. Kunjungan itu dipimpin langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo beserta Wakil Bupati Sri Muslimatun dan diikuti forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) setempat.

"Kunjungan silaturahmi dilakukan adalah agar kedekatan jajaran Pemkab dengan para kyai dan alim ulama di Sleman semakin terjalin baik serta dapat meningkatkan Ukuwah Islamiyah," kata Sri Purnomo.

Silaturahmi yang dilakukan menurut Sri Purnomo dibagi menjadi dua area yaitu area Sleman timur dan Sleman Barat. Untuk area Sleman Barat dilaksanakan pada hari Kamis (20/7/2016).

Pada kesempatan tersebut, Abdul Chaliq berpesan pada jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman perlunya tiga revolusi pembangunan. Yakni, revolusi sistem regulasi untuk mebangun pola pikir baru, revolusi manajemen birokrasi antar lembaga untuk membangun pola sikap terpadu, dan revolusi strategi eksekusi untuk membangun pola tindakan yang maju.

“Membangun Indonesia yang berkemajuan dengan cara membiasakan kebenaran, bukan dengan cara membenarkan kebiasaan,” ungkapnya.

Sementara itu, KH Ma'mum mengungkapkan keprihatinanya pada kondisi kehalalan daging ayam potong di pasaran. Ia berharap jajaran Pemkab Sleman melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait kegiatan pemotongan ayam agar daging ayam yang beredar di pasaran dapat terjamin kehalalannya.(*)

Penulis: ing
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved