Geliat Wisata Kulonprogo Jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi DIY

DIY akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa, khususnya di bagian selatan dan tengah Pulau Jawa.

Geliat Wisata Kulonprogo Jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi DIY
Tribun Jogja/Yoseph Hary
Muda-mudi bersama-sama menerbangkan lampion di tengah Alun-alun Kota Wates Kulonprogo, Sabtu (28/5/2016) malam ini. Acara tersebut digelar dalam rangka Menoreh Night Spectacular (MNS) 2016. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Walaupun DIY tidak dilewati oleh TransJawa, namun ke depan, DIY akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa, khususnya di bagian selatan dan tengah Pulau Jawa.

Pernyataan tersebut yang diutarakan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia, Prof Dr Sri Adiningsih, seusai menjadi pembicara dalam Seminar Strategi Kebijakan Pembangunan DIY melalui APBN/APBD Danais dan Dana Desa untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat, di Ruang Rapat Paripurna DPRD DIY, Senin (18/7/2016).

Menurutnya, DIY memiliki karakteristik yang khas dan mampu menjadi magnet, khususnya di sektor pariwisata.

"Pariwisata DIY sangat dikenal, bahkan menjadi satu di antara tujuan wisata yang terkemuka di Indonesia setelah Bali," jelas Adiningsih.

Ia menilai banyak bermunculan objek wisata baru di DIY, baik yang alami maupun buatan. Hal tersebut dapat memberikan dampak langsung kepada perekonomian masyarakat sekitar.

Adiningsih menjelaskan, bahwa di DIY kemiskinan mulai turun namun untuk kesenjangan lebih tinggi dari nasional.

"Hal ini terjadi karena DIY luas, terutama di Kulonprogo dan Gunung Kidul yang di sana memang kantong-kantong kemiskinan yang tidak mudah untuk dientaskan," tambahnya.

Namun seiring berjalannya waktu, terutama di Gunung Kidul yang kini objek wisatanya berkembang pesat serta geliat wisata Kulonprogo yang mulai terlihat, Ia yakin ketimpangan tersebut akan berkurang.

"Kalau ada Bandara Kulonprogo, saya yakin Kulonprogo akan ikut berkembang dan maju," tandasnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Sekda Pemda DIY, Rani Syamsinarsi menjelaskan tentang strategi peningkatan kesejahteraan rakyat.

"Dilakukan dengan percepatan pembangunan infrastruktur, perbaikan iklim investasi, pemberdayaan UKM, fasilitasi industri, insentif perdagangan, dan stabilisasi harga bahan pokok," ungkapnya.

Pertumbuhan dan stabilisasi ekonomi tersebut diwujudkan dalam penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan.

Bentuknya berupa program bantuan sosial berbasis keluarga, program pemberdayaan masyarakat, dan program pemberdayaan UMK. (*)

Penulis: kur
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved