Warga Tolak Rencana Pemkab Bantul Tutup Jembatan Gantung Nambangan
Bila Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui DPU kukuh menutup jembatan, justru warga setempat yang dirugikan.
Penulis: usm | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Usman Hadi
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Adanya rencana Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bantul untuk menutup kembali Jembatan Gantung Nambangan, yakni jembatan yang menghubungkan Desa Seloharjo dengan Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, dikecam warga.
Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses jalan yang biasa digunakan warga.
Sehingga bila Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui DPU kukuh menutup jembatan, justru warga setempat yang dirugikan.
Kondisi Jembatan Gantung Nambangan memang sudah tak layak pakai lagi. Dasar inilah yang digunakan DPU Bantul untuk berencana menutup akses jembatan, agar tidak ada korban apalagi kondisi jembatan membahayakan.
"Kalau Pemkab mau menutup jembatan, itu sama saja dengan mematikan ekonomi warga," kritik Ngamari, warga Pedukuhan Nambangan, Desa Seloharjo, Senin (18/7/2016).
Apa yang diutarakan Ngamari bukan sekedar asal. Pasalnya tiap hari, sedari pagi sudah banyak warga yang menggunakan jembatan itu untuk akses pergi ke pasar, sawah, sekolah, dan tempat kerja lainnya. Bila dijumlah, menurut Ngamari, jumlah warga yang melintasi jembatan tiap harinya mencapai ribuan orang.
"Sebenarnya, sekitar dua kilometer dari sini ada Jembatan Soko. Kondisinya memang bagus, tapi warga tepat menggunakan jembatan ini karena aksesnya strategis," ujarnya.
Jembatan Gantung Nambangan memang berada di lokasi yang strategis, meskipun jembatan ini hanyalah jembatan gantung yang hanya cukup dilintasi satu kendaraan satu arah.
Namun jika melewati jembatan ini warga Pedukuhan Nambangan dan pedukuhan lainnya bisa menuju pusat pemerintahan Pundong, maupun pusat ekonomi yakni Pasar Pundong dengan cepat.
"Di Jembatan Soko memang kondisinya bagus dan besar, tapi warga malah memilih jembatan ini. Ini mestinya harus menjadi perhatian pemerintah," timpalnya.
Perihal adanya rencana Pemkab Bantul untuk menutup Jembatan Gantung Nambangan, menurut Ngamari tindakan itu tak akan digubris warga.
Pasalnya upaya Pemkab Bantul melalui DPU sebenarnya telah beberapa kali menutup jembatan dengan papan larangan melintas, dan posisi papan tersebut berada di tengah-tengah pintu jembatan.
Akan tetapi karena warga butuh akses jalan, akhirnya warga membuka paksa papan tersebut.
"Kalau sikap warga sini sebetulnya keberatan. Tapi kalau untuk protes dengan cara demo sepertinya enggak, apalagi masyarakat sini mayoritas orang kecil, hanya buruh. Tapi jika Pemkab tetap menutup paksa, kemungkinan penutupnya sama warga dijebol lagi," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jembatan-nambangan_1807_20160718_201420.jpg)