Lipsus Kos Mewah dan Ekslusif

Ada Hotel Bekedok Pondokan atau Kos

Saat ini di Kota Yogyakarta untuk mengurus izin usaha kos hanya perlu tingkat wilayah saja yakni di kecamatan.

Ada Hotel Bekedok Pondokan atau Kos
tribunjogjagrafis/m. fauziarakhman
Ilustrasi kos mewah 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Merebaknya kos dengan sistem harian di Yogyakarta bisa menjadi siasat pemilik modal untuk membangun hotel atau penginapan dengan berkedok kos-kosan.

Terlebih saat ini di Kota Yogyakarta tengah diberlakukan moratorium izin pembangunan hotel.

Bebasnya membangun kos bisa menjadi kedok untuk membuat penginapan. Apalagi saat ini di Kota Yogyakarta untuk mengurus izin usaha kos hanya perlu tingkat wilayah saja yakni di kecamatan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Ketertiban (Dintib) Kota Yogyakarta, Totok Suryonoto mengatakan bahwa kos yang menawarkan sewa harian tidak bisa disebut sebagai kos atau pondokan.

"Betul (kos harian) masuk dalam kategori hotel," ujarnya ketika ditanya Tribun Jogja, Sabtu (16/7/2016) kemarin.

Lebih lanjut menurutnya tidak boleh dalam satu gedung berfungsi sebagai pondokan sekaligus penginapan. Karena izin yang diperlukan juga akan berbeda.

Ketika ditanya apakah ada celah dan siasat dari pengusaha untuk membuat kos menjadi seperti hotel di Kota Yogyakarta, dirinya tidak menampik.

"Masalahnya sekarang izin (hotel) masih moratorium, sehingga belum memungkinkan mengurus izin, mereka kadang-kadang untuk mensiasati itu usahanya jadi pondokan. Padahal fungsinya penginapan, padahal pondokan itu sendiri (tidak bisa jadi penginapan)," ujarnya yang mengatakan bahwa sistem sewa harian banyak diminati karena dari segi harga lebih menguntungkan.

Terkait dengan hal tersebut, menurutnya tidak semuanya melakukan siasat untuk mengakali namun hanya sebagian.

Halaman
12
Penulis: dnh
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved