Permintaan Kartu Kuning di Gunungkidul Naik 400%

Pasca-Lebaran, jumlah pencari kartu kerja atau kartu kuning di Kabupaten Gunungkidul sejak 3 hari terakhir mengalami kenaikan

Permintaan Kartu Kuning di Gunungkidul Naik 400%
Antara
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL – Pasca-Lebaran, jumlah pencari kartu kerja atau kartu kuning di Kabupaten Gunungkidul sejak 3 hari terakhir mengalami kenaikan sampai lebih dari 400% dibanding dengan hari biasa.

Para pencari kartu kerja sebagian besar memilih bekerja di luar daerah.

Salah seorang pencari kartu kuning, Maryanto, warga Desa Banjarejo Kecamatan Tanjungsari yang notabene pekerja kawasan industri di Tangerang mengaku mencarikan kartu kuning untuk adik kandungnya yang hendak turut bekerja bersamanya.

“Adik saya ini lulus SMK jurusan TI, siapa tahu nanti ada pabrik yang membutuhkan,” kata Maryanto, Rabu (13/7/2016).

Kepala Seksi Penyediaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Gunungkidul, Eko Budiyono, menuturkan terjadi peningkatan permintaan kartu kuning paska lebaran lalu.

Ia mengatakan, setiap harinya jumlah pencari kartu kuning ditempatnya mencapai 46 orang setiap harinya, padahal pada bulan sebelumnya jumlah pencari katru kuning hanya berkisar antara 7 – 9 orang setiap hari.

”Umumnya mereka adalah para lulusan SMK yang hendak mencari pekerjaan,’ jelasnya.

Berdasarkan data Dinsosnakertrans, persebaran warga Gunungkidul yang bekerja sejak Januari sampai Mei yakni wilayah Yogyakarta 99 orang, luar daerah 308 dan luar negeri 21 orang. Totalnya penempatan kerja mencapai 428 lokasi.

Terpisah, Bupati Gunungkidul, Badingah, mengaku, tidak terdapat larangan khusus terhadap warga Gunungkidul yang merantau dan mengadu nasib keluar daerah,

Namun ia berharap para perantau dan urban baru itu untuk membekali diri dengan ketrampilan, sehingga memudahkan dalam mencari pekerjaan di kota.

“Jangan hanya modal nekat. Jika tidak punya bekal cukup termasuk ketrampilan dan kompetensi untuk mencari kerja, lebih baik merantaunya diurungkan dulu,” pintanya. (tribunjogja.com)

Penulis: rfk
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved