UIN SuKa Tingkatkan SDM Melalui Program Profesorisasi Dosen

Pencanangan program tersebut dilakukan dengan harapan terjadi profesorisasi dosen

Penulis: una | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Rona Rizkhy Bunga Chasana
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof.Yudian Wahyudi, saat menyampaikan sambutan di acara Syawalan Civitas Akademika UIN SuKa, di Multipurpose building, Selasa (12/7). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D, mengatakan bahwa pihaknya berencana mengadakan program post doctoral International (pasca doktor internasional) bagi para dosen yang sudah berstatus doktor, Selasa (12/7).

Pencanangan program tersebut dilakukan dengan harapan terjadi profesorisasi dosen. Dan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dari UIN Suka agar krisis guru besar dapat dihindarkan.

Prof.Yudian Wahyudi menargetkan setidaknya dalam satu tahun akan ada sejumlah 25 dosen dengan 5 makalah yang akan terbit di jurnal internasional yang kemudian dapat dipakai untuk pengajuan guru besar.

Dengan begitu selama satu periode jabatannya atau sekitar empat tahun, akan ada 500 makalah yang terbit di jurnal internasional.

"Dosen yang sudah doktor dengan syarat bisa bahasa arab atau bahasa inggris kemudian pangkat sudah IV A kita masukkan ke program namanya postdoc. Dalam program tersebut mereka akan diberi mata pelajaran academic writting yang mengharuskan mereka untuk menulis limas makalah selama 8 bulan yang bisa terbit di jurnal internasional," ujarnya ketika ditemui seusai Syawalan Civitas Akademika UIN SuKa, di Multipurpose building, Selasa (12/7).

Selama dalam program tersebut mereka akan mendapatkan bimbingan dari dosen ahli atau profesor senior agar makalah tersebut nantinya dapat dikirim ke jurnal internasional dan kemudian terbit.

Sejumlah 500 makalah tersebut jika nantinya dikutip oleh dunia internasional tentunya akan mengangkat UIN SuKa menjadi World Class University.

Adanya mata pelajaran academic writting yang diharuskan dalam program tersebut diakui Yudian karena selama ini menurutnya kelemahan pendidikan di Indonesia adalah kurangnya perhatian academic writting sehingga lemah dalam hal menulis.

Sementara itu, di negara lain sejak kecil anak telah diajarkan academic writting.

"Profesorisasi dosen memang tak seketika bisa berjalan. Namun, jika ditempuh secara konsisten maka InsyaAllah akan ada pelita. Karena untuk menjadi profesor semakin diperketat. Jangan sampai UIN Sunan Kalijaga krisis guru besar," terangnya dalam sambutannya saat acara Syawalan.

Selain itu bagi mahasiswa Strata satu, rencananya juga akan terlibat dalam penulisan ilmiah meskipun dalam bentuk yang lebih sederhana.

Dengan begitu diharapkan keseluruhan program ini bisa membuat publikasi ilmiah milik UIN semakin banyak ditemukan dan dikutip oleh dunia internasional.

Sementara itu, untuk mahasiswa semester baru, menurutnya perlu pembentukan karakter (character building) melalui program pesantren.

Dalam program tersebut mahasiswa akan menerima pembelajaran mengenai bahasa Arab dan bahasa Inggris,ibadah, serta falsafah negara, agar nantinya mahasiswa baru tersebut mempunyai pondasi awal. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved