Wisatawan Parangtritis Tertabrak ATV

Pasca Kecelakaan, Wisatawan Parangtritis Minta Keberadaan ATV Dievaluasi

Para pengendara ATV belum memiliki kemampuan untuk mengemudi dengan baik kendaraan beroda empat ini, sehingga membahayakan pengunjung.

Pasca Kecelakaan, Wisatawan Parangtritis Minta Keberadaan ATV Dievaluasi
tribunjogja/agungismiyanto
Pradista Utari (21), salah satu wisatawan di Pantai Parangtritis menjadi korban sepeda motor All Terrain Vehicle (ATV), Jumat (8/7/2016). Dia mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Rachma Husada setelah tertabrak motor ATV di kawasan pantai tersebut. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pihak keluarga korban dan wisatawan meminta agar keberadaan ATV di Pantai Parangtritis perlu dievaluasi keberadaannya.

Pasalnya, para pengendara ATV belum memiliki kemampuan untuk mengemudi dengan baik kendaraan beroda empat ini, sehingga membahayakan pengunjung.

“Tadi yang menabrak istri saya dan anak saya pengendaranya adalah anak kecil. Dia tidak didampingi oleh pemandu dan sepertinya belum mahir mengendarai. Ini bahaya,” jelas Muhammad Rodi, suami korban, Jumat (8/7/2016).

Dia pun melihat pengendara ATV ini seperti kehilangan kendali saat melintas di bibir pantai yang berpasir ini. Seharusnya, ujarnya, setiap pengendara di bawah umur wajib didampingi pemandu yang bertugas sehingga meminimalisir kejadian.

Tutik, ibu korban justru meminta agar pengendara ATV benar-benar memperhatikan kenyamanan wisatawan. Pasalnya, di kawasan pantai Parangtritis, banyak ATV berlalu lalang dan terkadang tidak memperhatikan pengunjung yang sedang santai.

“Kalau di bawah umur jangan boleh mengendarai, soalnya berbahaya,” tegasnya.

Yenni (bukan nama sebenarnya), salah satu warga di wilayah pantai tersebut menyebut, ada puluhan ATV yang berada di kawasan pantai ini. Hanya saja, karena kurangnya pengaturan, banyak kejadian kecelakaan yang menimpa wisatawan akibat motor ini.

“Ada yang sampai patah tulang dan membuat pengunjung kurang nyaman. Maka, harus ada tindakan dari pemerintah terkait ATV di Pantai Parangtritis ini, jangan sampai justru menimbulkan ketidaknyamanan wisatawan,” tandasnya.

Pradista Utari (21), salah satu wisatawan di Pantai Parangtritis menjadi korban sepeda motor All Terrain Vehicle (ATV), Jumat (8/7/2016).

Dia mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Rachma Husada setelah tertabrak motor ATV di kawasan pantai tersebut.

Saat kejadian tersebut, Pradista sedang menyusui putrinya Azzura Khaerunisa yang masih berusia 3,5 bulan. Saat itu, wisatawan asal Lampung ini bersama dengan suaminya, Muhammad Rodi, dan segenap keluarganya dari Sabdodadi, Bantul, sedang menikmati suasana pantai yang terkenal dari Bantul ini. (*)

Penulis: ais
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved