Puluhan Pemudik Jalani Rawat Jalan karena Hipertensi

Sejak tanggal 3 hingga hari ini, yang mencatat banyak pemudik mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan.

Puluhan Pemudik Jalani Rawat Jalan karena Hipertensi
Tribunnews.com/Yulis Sulistyawan
Sebagian pemudik melepas kaus mereka karena tak kuat merasakan cuaca yang panas. (ilustrasi) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Sedikitnya 22 orang pemudik di wilayah Bantul menjalani rawat jalan selama arus mudik Lebaran tahun 2016 ini. Mayoritas dari mereka mengalami keluhan hipertensi dan pusing saat perjalanan mudik.

Hal ini berdasarkan data yang didapatkan dari Pos Kesehatan Gabusan sejak tanggal 3 hingga hari ini, yang mencatat banyak pemudik mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan.

Mereka kemudian mendapatkan pelayanan kesehatan di Pos Kesehatan yang ada di Pos Pelayanan Mudik Gabusan.

"Dari data yang ada mereka mendapatkan rawat jalan dan kebanyakan karena hipertensi. Ada gangguan kesehatan lainnya seperti flu dan juga keluhan pusing," ujar Hermina, petugas kesehatan di Pos Kesehatan Gabusan, Rabu (6/7/2016).

Adapun untuk hipertensi ini, rata-rata diidap oleh pemudik pria yang rata-rata berusia antara 50 tahun ke atas. Sementara, mereka mengeluhkan pusing selama melakukan perjalanan mudik.

Para pemudik ini kemudian mendapatkan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah. Beberapa diantaranya kemudian diberi obat standar puskesmas untuk diminum selama rawat jalan.

"Ada yang batuk pilek dan lecet karena kecelakaan dan mendapat rawat jalan,"jelasnya.

Pius Gina, petugas kesehatan lainnya menjelaskan, selama arus mudik ini juga tercatat ada empat orang yang mendapat rujukan karena kecelakaan lalu lintas.

Empat orang ini diantaranya, Ratriyana dan Zadran (2,5), warga Kepek Timbulharjo, Sewon, Sarjiyo, warga Seloharjo, Bambanglipuro, dan Risang Ceragi, warga Manding, Bantul.

"Mereka dirujuk ke PKU Muhammadiyah Bantul karena mengalami kecelakaan ini,"jelasnya.

Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Bantul Pramudi Darmawan menyebutkan, sebanyak 16 puskesmas rawat inap dipersiapkan buka 24 jam. Jumlah ini nantinya ditambah dengan 14 rumah sakit yang tersebar di seluruh wilayah Bantul.

"Kedaruratan medik tidak hanya berkaitan dengan pemudik. Potensi ini juga bisa timbul dari masyarakat yang merayakan lebaran. Gangguan pencernaan seperti keracunan dan diare, misalnya. Menyusul meningkatnya konsumsi," jelasnya.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Bambang Agus Subekti menambahkan, layanan kesehatan ini juga untuk memfasilitasi ibu hamil. Terutama, yang sudah memasuki trimester ketiga. Diharapkan proses persalinan segera tertangani. (*)

Penulis: ais
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved