Breaking News:

Tepukan ke Punggung Karyawan dari Bos Masuk Pelecehan Seksual

Tepukan ringan di punggung karyawan wanita dari atasan pria, dianggap sudah termasuk pelecehan seksual di kantor.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Anda yang memegang posisi dan jabatan penting dalam sebuah perusahaan, baiknya hati-hati dalam mengekspresikan rasa bangga dan puas terhadap hasil kerja anak buah.

Pasalnya, tepukan ringan di punggung karyawan wanita dari atasan pria, dianggap sudah termasuk pelecehan seksual di kantor.

Begitulah hasil survei di Inggris yang diprakarsai oleh Oxford University beberapa waktu lalu.

Peneliti Oxford menanyakan pada 1500 pria dan wanita dari Inggris, Finlandia, Perancis, Italia, dan Rusia, untuk mencari batasan bijak interaksi fisik di kantor antara bos dan anak buah, sesama rekan kerja, karyawan dan klien.

Hasil riset menunjukkan bahwa level sentuhan tidak sopan tergantung dari bagaimana kedekatan antara Anda dan orang yang memberikan sentuhan pertemanan.

Jadi, jika satu orang karyawan pria itu teman dekat di kantor, responden wanita mengatakan tidak keberatan ketika teman tersebut memberikan sentuhan dalam menunjukan empati dan dukungan.

Pemikiran serupa juga terjadi pada karyawan pria terhadap karyawan wanita.

Namun, untuk hubungan bos dan anak buah, tidak sefleksibel itu. Pasalnya, setengah dari responden menegaskan bahwa mereka tidak suka ketika bos pria menepuk punggung atau menyentuh kepala mereka.

Menurut jurnal Proceedings of the Royal Academy of Sciences, riset juga memperlihatkan pergerakan bahwa responden pria tidak keberatan mendapatkan sentuhan dari wanita asing.

Namun, responden wanita hanya bersedia pria asing menyentuh mereka di bagian tangan.

Kemudian, responden wanita tidak keberatan dengan sentuhan persahabatan dari sahabat wanita.

Sementara itu, pria merasa tidak nyaman mendapatkan sentuhan dalam bentuk apapun.

Menurut salah satu peneliti dari Aalto University, Julie Suvilehto, sentuhan membantu meningkatkan hubungan sosial.

“Namun, jika sentuhan memberikan efek rangsangan di beberapa bagian tubuh, Anda harus selektif dalam memberikan izin siapa yang boleh menyentuh Anda,” pungkas Suvilehto.

Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved