Pasokan Listrik di Yogyakarta Aman selama Lebaran

Perusahaan listrik negara area Yogyakarta, menyiapkan satuan tugas (satgas) yang siaga 24 jam selama kurun waktu 2 Juli sampai dengan 10 Juli.

Pasokan Listrik di Yogyakarta Aman selama Lebaran
tribunjogja/padhangpranoto
Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero) Mummad Ali (tengah), didampingi Manajer PLN Area Yogyakarta Soffin Hadi, pada saat mengunjungi Gardu Induk Kentungan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (2/7/2016) sore. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Padhang Pranoto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PT PLN (Persero) menjamin kecukupan pasokan listrik di Yogyakarta selama libur Idul Fitri 1437 H.

Namun demikian, untuk menjaga ketersediaan dan mengatasi gangguan yang mungkin terjadi selama libur lebaran, perusahaan listrik negara area Yogyakarta, menyiapkan satuan tugas (satgas) yang siaga 24 jam selama kurun waktu 2 Juli (H-4) sampai dengan 10 Juli 2016 (H+4).

"Kalau lebaran itu konsumsi listrik justru turun, karena pabrik menutup atau kurangi produksi. Namun disektor rumah tangga dia naik. Meskipun demikian antara penurunan (pemakaian) industri dan kenaikan pemakaian di sektor rumah tangga, lebih tajam penurunannya," kata Direktur Human Capital Manajemen PT PLN (Persero), saat meninjau Gardu Induk Kentungan, Sleman-Yogyakarta, Sabtu (2/7/2016) sore.

Ali melanjutkan, meskipun beban listrik pada saat libur lebaran rendah, gangguan listrik masih dimungkinkan terjadi. Hal itu karena adanya faktor eksternal yang mengganggu pasokan listrik kepada pelanggan.

Dia mencontohkan adanya pohon tumbang seringkali menyebabkan putusnya aliran listrik.

"Satgas seluruh Indonesia kita sudah siap. Teman-teman (petugas) ini tidak libur saat lebaran, ada mereka yang bekerja 24 jam dalam sistem shift. Bila ada kerusakan di wilayah Yogyakarta, maka bisa diremote dari Gedongkuning (Kantor PLN Area Yogyakarta), sehingga pasokan ke Solo, Cilacap dan Purworejo tetap aman," ungkap Ali, didampingi Manajer PLN Area Yogyakarta Soffin Hadi dan Andreas Heru Manajer Distribusi Jateng-DIY.

Sementara itu, Soffin Hadi berujar pihaknya telah menyiagakan personelnya, untuk bersiaga selama 24 jam selama libur lebaran. "Setiap rayon kita siapkan tiga shift yang terdiri dari dua regu dimana setiap regunya ada tiga orang," katanya.

Ditempat terpisah, Asisten Manajer Jaringan PT PLN Area Yogyakarta Bambang Eko Haryo, mengatakan pasokan listrik selama lebaran mencukupi dan aman. Dikatakannya, total sediaan daya listrik di Kota Pelajar mencapai 750 MW.

"Khususnya di Yogyakarta itu melimpah artinya turah (sisa). Pada beban puncak (sore-malam) kita baru menggunakan sekitar 59 persen atau sekitar 440,46 MW, artinya secara daya mencukupi. Sedangkan ketika siang kita baru menggunakan sekitar 49 persen dari total pasokan listrik yang kita miliki," kata dia beberapa saat lalu.

Pada libur lebaran, dia memperkirakan konsumsi di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul dan Kulon Progo mengalami penurunan.

Hal itu karena, banyak sekolahan dan kampus yang libur. Namun demikian, pembengkakan konsumsi justru terjadi di wilayah Gunung Kidul.

"Prediksinya pada lebaran nanti di Gunung Kidul konsumsi listrik mencapai 70 persen. Biasanya di wilayah tersebut hanya 50 persen pada saat pemakaian beban puncak dan 29 persen pada siang hari," ungkap Eko. (*) 

Penulis: pdg
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved