Tak Diberi Uang, Tiga Pengamen Keroyok dan Aniaya Seorang Mahasiswa di Depan Gedung Agung DIY

Aksi premanisme ini mengakibatkan seorang mahasiswa mengalami luka memar karena dikeroyok, akhir pekan lalu.

Tak Diberi Uang, Tiga Pengamen Keroyok dan Aniaya Seorang Mahasiswa di Depan Gedung Agung DIY
net
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jajaran penyidik Polsek Gondomanan menangkap pelaku tindak penganiayaan yang dilakukan oleh pengamen.

Aksi premanisme ini mengakibatkan seorang mahasiswa mengalami luka memar karena dikeroyok, akhir pekan lalu.

Kapolsek Gondomanan, Kompol Danang Kuntadi, mengungkapkan kronologi kejadian bermula saat korban, Mariyanto (22) sekitar pukul 23.00 tengah nongkrong di seputaran Gedung Agung bersama dua orang temannya.

Mereka didatangi tiga orang pengamen yang meminta uang dengan paksa.

Karena tak diberi, ketiga pelaku emosi dan mengeroyok korban. Ia dipukuli dengan tangan dan dihajar dengan gitar yang dibawa pelaku.

Korban yang ketakutan lantas berusaha menyelamatkan diri ke pos polisi di Titik Nol Kilometer.

Selain meminta perlindungan, korban juga melaporkan tindakan premanisme ini ke kepolisian.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar di kepala, bahu, lengan dan kaki.

Jajaran reserse kriminal Polsek Gondomanan yang mengetahui laporan itu langsung melakukan tindakan dengan mencari pelaku.

Tak berselang lama, salah seorang tersangka Dani (20) warga asli Brontokusuman tertangkap saat berjalan sendirian di jalan Kleringan.

“Kami mengamankan satu orang tersangka, sementara yang dua masih kita cari dan identitasnya sudah kita kantongi. Kami berharap mereka segera menyerahkan diri sehingga mempermudah proses selanjutnya," ujar Danang. (*)

Penulis: nto
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved