Pembacokan di Jl DI Panjaitan

Ketua DPW PPP DIY Minta Simpatisan Bersabar dan Tak Terprovokasi

Hal ini menyusul sudah dua orang korban dari organisasi sayap PPP yang menjadi korban.

Ketua DPW PPP DIY Minta Simpatisan Bersabar dan Tak Terprovokasi
Tribun Jogja/Agung Ismiyanto
Pemakaman Anoraga Elang, simpatisan PPP yang dibacok orang tak dikenal di wilayah Krapyak, Selasa (21/6/2016) malam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DIY, Sukri Fadholi menjelaskan, pihaknya meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku pembunuh Ano. Dia juga meminta agar polisi segera menemukan titik terang pelakunya minggu ini.

“Kami minta aparat untuk bisa menegakkan hukum dengan adil dan benar. Kami mendorong agar pemuda yang masih belia dan terbunuh ini harus segera terungkap kasusnya, jangan sampai ada korban lagi di DIY,” ujar Sukri, Rabu (22/6/2016).

Pihaknya pun juga akan membuat tim investigasi kasus pembacokan ini bersama dengan aparat kepolisian. Hal ini menyusul sudah dua orang korban dari organisasi sayap PPP yang menjadi korban.

Sebelumnya, aksi kekerasan yang menimpa simpatisan PPP, Didin Bolawen yang tewas usai mengikuti tabligh akbar simpatisan PPP di lapangan Mlati, Sleman, Yogyakarta. Hingga saat ini pihak aparat kepolisian juga belum bisa mengungkap pihak yang diduga melakukan pelemparan mercon banting tersebut.

Sabar

Sembari menunggu kinerja polisi, dia juga meminta simpatisan ataupun kader muda PPP untuk bersabar. Jangan sampai, kata dia, ada balas membalas dari pihak simpatisan. Dia pun meminta agar semua simpatisan bisa menjaga diri.

“Kami minta tetap sabar dan ikhlas jangan bertindak sendiri. Kami percayakan penegakan hukum pada aparat,” tandasnya.

Seperti diketahui, Anoraga menghembuskan nafas terakhir setelah dibacok orang tak dikenal di Jalan Panjaitan, Matrijeron, Kota Yogyakarta, Selasa (21/6/2016) malam.

Kala itu, siswa kelas I di salah satu STM Taman Siswa ini usai berbuka bersama dengan teman-temannya di kawasan Taman Parkir Ngabean, Yogyakarta. Anoraga sempat mengalami pendarahan hebat dan meninggal di RS PKU Muhammadiyah sekitar pukul 04.00 dini hari. (Tribunjogja.com)

Penulis: ais
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved