Bupati Nyatakan Kebumen Darurat Bencana

Bupati meminta agar memaksimalkan kewenangan yang ada untuk penanganan bencana secepat-cepatnya, termasuk dalam memberikan bantuan kepada korban.

Bupati Nyatakan Kebumen Darurat Bencana
ist
Banjir bandang yang terjadi di Kebumen, Sabtu (18/6/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM, KEBUMEN - Bencana banjir, tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Kebumen, Sabtu malam (18/6/2016) membuat Bupati Kebumen Ir H Yahya Fuad, SE menyatakan Kebumen sebagai daerah darurat bencana, dengan upaya penanganan kejadian bencana selama lima belas hari kedepan, dimulai hari ini, Senin (20/6/2016).

Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan bencana di pendopo Bupati, Minggu (19/6/2016).

Kepada para pimpinan SKPd, Bupati meminta agar memaksimalkan kewenangan yang ada untuk penanganan bencana secepat-cepatnya, termasuk dalam memberikan bantuan kepada korban bencana dengan secepat-cepatnya.

"Karena di saat sepert inilah kehadiran negara sangat dibutuhkan, untuk memberikan apa yang menjadi hal-hak mereka " ungkap Fuad.

Disampaikan juga bencana alam bukan hanya tanggungjawab pemerintah semata, tetapi tanggungjawab bersama.

Untuk itu Bupati meminta masyarakat untuk berperan aktif dalam penanagan bencana. Misalnya untuk membersihkan jalan, yang bisa dilakuakan secara mandiri oleh masyarakat setempat, tanpa menunggu pemerintah.

Rapat diikuti Wakil Bupati Yazid Mahfudz, Sekda H Adi Pandoyo, SH, M.Si, BNPB Pusat, Kalpolres, Kodim serta semua SKPD serta camat dan kepala desa korban bencana.

Selain untuk menginventarisis sejumlah kerusakan dari tiap desa, juga untuk melakukan langkah penanganan yang segera dilakukan.

Hari ini, Senin (20/6/2016) semua SKPD terkait melakukan verifikasi kerusakan ke lokasi bencana. Sementara sejumlah bantuan logistik, seperti makanan, pakaian, perlengakapan mandi serta perlengkapan dapur pun terus disalurkan ke korban bencana.

Pemberian bantuan mulai disalurkan Pemkab mulai hari Minggu kemarin. Sementara untuk mempermudah koordinasi penanganan, dibentuk posko bencana di desa dan kecamatan korban bencana.

Data Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen , Senin (20/6/2016) pukul 16.00 WIB menyebutkan bencana banir, angin dan tanah longsor menerpa 14 desa.

Yakni Desa Bumiagung, Desa Jatiroto, Desa Wagirpandan, Desa Kretek, Desa Jatiluhur, Desa Redisari dan Desa Wonoharjo Kec. Rowokele. Kemudian Desa Sampang, Desa Redisari, Desa Jatiroto Kec, Sempor.

Selanjutnya Desa Jintung, Desa Kalipoh, Desa Kalibangkang, serta Desa Purbowangi Kec. Buayan

Adapun inventarisasi kerusakan sebanyak 26 rumah rusak. Terdiri dari 1 rumah rusak total, 14 rusak berat, 5 rumah rusak sedang serta 6 rumah rusak ringan.

Dengan jumlah korban 7 orang meninggal, 1 orang atas nama Iskak, karena terbawa arus. Serta sebanyak 6 orang diduga tertimbun tanah, 2 di antaranya sudah berhasil dievakuasi. (tribunjogja.com)

Penulis: toa
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved