REALTIME NEWS: Hati-hati, Talud Jalan Parangtritis Ambrol Sepanjang 25 Meter
Ambrolnya talud yang berada di tepi sungai Winongo ini disebabkan hujan lebat dan bercampur angin yang mengguyur wilayah Bantul.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jalur wisata Pantai Prangtritis, Bantul terancam longsor menjelang arus mudik Lebaran. Pasalnya, talud jalan yang menahan bahu jalan Parangtritis di selatan jambatan Paker, Desa Mulyodadi, Kecamatan Bambanglipuro ambrol sepanjang 25 meter dan tinggi lebih dari lima meter, Minggu (19/6/2016) dini hari.
Ambrolnya talud yang berada di tepi sungai Winongo ini disebabkan hujan lebat dan bercampur angin yang mengguyur wilayah Bantul sejak Sabtu (18/6/2016) sore hingga Minggu (19/6/2016).
Ambrolnya talud penahan bahu jalan ini diawali dengan suara gemuruh yang sempat membuat kaget warga di bantaran sungai.
“Suaranya keras saat talud ini ambrol. Kejadian sekitar pukul 00.00 WIB. Saat itu, hujan deras dan banjir melanda sungai Winongo,” kata Ismoyo, warga setempat kepada Tribun Jogja, Minggu (19/6/2016).
Ismoyo tinggal di seberang sungai Winongo dengan jarak tak kurang dari 200 meter. Sehingga, sempat khawatir saat tebing di sisi jalan Parangtritis ini tiba-tiba ambrol.
Usai kejadian ini, sebutnya, petugas SAR dibantu polisi dan masyarakat memasang garis polisi agar tidak terjadi kecelakaan pada tebing sungai yang longsor.
Hingga kini, masih ada garis polisi dan sejumlah karung berisi pasir yang berada di jalan sebagai penanda agar tidak dilintasi kendaraan.
Hal ini lantaran, jalan Parangtritis ini merupakan akses wisata cukup vital, apalagi saat akhir pekan dan biasa dilewati kendaraan besar seperti bus wisata.
Warga di sekitar bantaran sungai tersebut pun sempat was-was dengan penambahan debit air sungai yang signifikan saat hujan deras tersebut mengguyur.
Pada saat kejadian aliran sungai Winongo hampir sama dengan badan jalan Parangtritis sehingga tebing sungai langsung tergerus dan amblas.
Kismiyati, warga lainnya mengungkapkan, banjir kerap menimpa rumahnya yang berada di bantaran sungai Winongo. Hampir setiap tahunnya, dia mengalami kejadian serupa. Bahkan, tebing ambrol pun pernah terjadi selama beberapa tahun apabila hujan deras melanda.
“Sungai ini banjir karena memang banyak sampah yang menumpuk,” jelasnya. (Tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/talud-longsor_20160619_170337.jpg)