Penasihat Hukum Sebut Vonis Hakim Terhadap Terdakwa Kasus Perkosaan di Jatinom Terlalu Berat

Hal tersebut mempertimbangkan dalam peristiwa tersebut, terdakwa dan korban sama-sama masih berusia anak-anak.

Penasihat Hukum Sebut Vonis Hakim Terhadap Terdakwa Kasus Perkosaan di Jatinom Terlalu Berat
net

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Penasehat hukum terdakwa kasus pemerkosaan siswi SD di Jatinom, Klaten, Philipus Harapenta Sitepu, menilai vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa terlalu berat.

Hal tersebut mempertimbangkan dalam peristiwa tersebut, terdakwa dan korban sama-sama masih berusia anak-anak.

“Untuk ukuran terdakwa anak ini sangat berat. Dari hasil putusan, keluarga ini mengajukan banding, namun akan kami komunikasikan lebih lanjut,” katanya, Jumat (17/6/2016).

Menurutnya mejelis hakim tidak mempertimbangkan aspek perkembangan psikologi terdakwa yang masih berusia anak-anak.

Terlebih dalam menjalani hukumannya, terdakwa akan tidak menempati tahanan khusus anak-anak.

“Kami khawatir, dengan vonis 5 tahun penjara, terdakwa anak-anak ini akan semakin menjadi kenakalannya. Apalagi tidak ditempatkan di tahanan khusus anak,” paparnya.

Philip juga menilai kasus ini terjadi lantaran kenakalan remaja, mengingat rata-rata terdakwa memiliki latar belakang broken home. Dengan demikian, kata dia, majelis hakim mempertimbangkan pembinaan mental kepada terdakwa.

“Kami masih menunggu keputusan keluarga, apakah akan menerima atau mengajukan banding. Untuk materi banding akan segera kami siapkan bila keluarga mengkehendaki,” ujarnya.

Dalam sidang yang digelar Jumat (16/6/2016), majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Klaten menjatuhkan vonis 5 tahun 6 bulan penjara kepada empat dari tujuh terdakwa kasus pemerkosaan siswi SD di Jatinom. Keempat terdakwa tersebut terbukti melakukan pemerkosaan kepada korban. (*)

Penulis: ang
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved