Kemenhub Terus Upayakan Zero Accident pada Angkutan Lebaran Tahun Ini

Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan mengatakan, sebagai regulator yang bisa dilakukan semaksimal mungkin adalah (pengawasan, red) angkutan umum.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: oda
tribunjogja/rentoari
Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan ketika memberikan keterangan kepada Awak media di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Rabu (15/6/2016) malam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menyongsong angkutan Lebaran yang segera tiba, Kementrian Perhubungan RI terus melakukan persiapan. Sejumlah sarana dan prasarana angkutan Lebaran terus diperiksa. Hal ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan.

Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan mengatakan, sebagai regulator yang bisa dilakukan semaksimal mungkin adalah (pengawasan, red) angkutan umum.

Misalnya saja untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) pihaknya sudah meminta semua kepala Dinas Perhubungan baik tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota untuk melakukan pemeriksaan.

"Sama juga dengan angkutan yang lain. Pesawat misalnya, sebanyak 529 pesawat untuk angkutan Lebaran diperiksa. Kalau bus AKAP yang jumlahnya 45 ribu itu saya minta diperiksa semua. Lalu ada dengan 447 lokomotif kalau tidak salah dan 1600 kereta penumpang harus diperiksa semua. Kapal laut sebanyak 1200 sedang diperiksa sampai 23 (Juni )malam, 24 (juni) harus sudah selesai. Kapal penyeberangan ada 100 lebih. Selain itu juga pemeriksaan Bandara dan pelabuhan. Makanya saya sampling di Jogja, salah satu tujuannya itu," kata Jonan di Bandara Adisutjipto, Rabu (15/6/2016) malam.

Mengenai kecenderungan pemudik untuk menggunakan moda transportasi tertentu, menurut Jonan hal itu tentu bergantung pada selera masyarakat. Namun demikian pihaknya mencermati adanya penurunan terutama di bus AKAP.

"AKAP kami perkirakan tiap tahun trennya menurun 3-4 persen. Makanya dibenahi, agar tidak makin turun. Untuk itu layanan harus dibenahi. Kalau jumlah armada tidak ada masalah karena tahun ini saja armada yang akan digunakan bertambah lebih dari 1600 unit. Jadi mungkin masalahnya ada pada animo masyarakat yang turun. Saya bilang ke PO, AKAP harus diperbaiki layanannya dan tingkat keselamatannya," ungkap Jonan.

Jonan menegaskan, menjelang angkutan Lebaran meski jumlah armada AKAP banyak namun pihaknya optimis pemeriksaan bisa selesai dilakukan. Apabila ditemukan armada yang tidak laik jalan, maka tidak diijinkan beroperasi.

"Kalau masih nekad, saya cabut ijinnya. Sementara untuk sopir diperiksa waktu hari operasi nanti," imbuhnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved