Stok Menipis, Harga Selumlah Bahan Pokok di Gunungkidul Mulai Naik

Harga kebutuhan pokok di Gunungkidul mulai merangkak naik menjelang lebaran. Kenaikan terjadi di beberapa komoditas/.

Stok Menipis, Harga Selumlah Bahan Pokok di Gunungkidul Mulai Naik
ist
Kedelai 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Harga kebutuhan pokok di Gunungkidul mulai merangkak naik menjelang lebaran. Kenaikan terjadi di beberapa komoditas mulai dari sayuran, daging ayam, sampai gula pasir.

Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah permintaan yang tidak dibarengi penambahan ketersediaan.

Berdasarkan pantauan Tribun Jogja, Rabu (15/6/201), harga kedelai mengalami kenaikan sebesar Rp 300 dari sebelumnya Rp 6.700 kini dijual dengan harga Rp 7000. Daging ayam yang semula dijual Rp 30.000 kini dijual dengan harga Rp 32.000.

Ikan nila merah dijual dengan harga Rp 30.000 dari sebelumnya Rp 29.000. Tomat yang dijual dengan harga Rp 8000 dari sebelumnya Rp 7000

Harga gula pasir yang dijual dengan harga Rp 14.000 setiap kilogramnya pun naik, menjadi Rp 17.000 setiap kilogramnya dan juga gula jawa yang naik Rp 1000 dari sebelumnya Rp 22.000 kini dijual dengan harga Rp 23.000.

Salah seorang pedagang daging sapi di pasar Argosari, Tri Widarti, mengakui, semenjak harga sayuran mengalami kenaikan, pihaknya mengalami penurunan omset hingga 30% jika dibandingkan sebelum ramadhan

."Biasanya beli 1 kilo sekarang banyak yang cuma beli setengahnya," tutupnya.

Tri pun berharap, pemerintah dapat melakukan upaya untuk menurunkan harga kebutuhan pokok yang terus naik, baik melalui operasi pasar, atau menambah ketersediaan bahan pokok yang ada.

Sementara itu, Kabid Distribusi dan Ketersediaan Pangan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Daerah Istimewa Yogyakarta, Syam Arjayanti, menuturkan, pihaknya mengakui beberapa bahan pokok di Gunungkidul mengalami kenaikan harga selama puasa ini.

Ia mencontohkan ikan laut dan cumi yang mengalami kenaikan hingga dua belas ribu rupiah setiap kilogramnya, juga gula pasir dan sayur mayur."Kenaikan memang ada pada sejumlah komoditas harga," katanya.

Lanjut Syam, kenaikan harga gula terjadi karena saat ini ketersediaan sedang menipis, sementara permintaan naik. Namun, kenaikan tidak akan terjadi lama.

Pasalnya, masih tengah dalam proses restock, sehingga dalam beberapa waktu ke depan dapat menambal kekurangan jumlah permintaan.(tribunjogja.com)

Penulis: rfk
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved