Operasi Pasar Mulai Merambah Luar Pasar Induk

Bahan pangan yang dijual dalam operasi pasar dan pasar murah kali ini adalah beras, minyak goreng, gula pasir dan bawang merah.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: oda
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Operasi pasar Bulog DIY di Bantul, Senin (13/6/2016). (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Operasi pasar terus dilakukan oleh Bulog Divre Yogyakarta demi menjaga kestabilan harga alamiah bahan pangan di pasaran selama Ramadan dan jelang hingga setelah Idul Fitri nanti.

Demi memberikan efek yang lebih luas lagi secara serempak, Bulog Divre Yogyakarta kali ini menggelar operasi pasar sekaligus di beberapa pasar.

Operasi pasar yang digelar Senin (13/6/2016) pagi kemarin dilaksanakan tak hanya di pasar Beringharjo dan Kranggan yang sebelumnya memang dipilih menjadi pasar pertama digelarnya operasi pasar, kini operasi pasar juga digelar di pasar Kotagede, di Kecamatan Kokap Kulonprogo dan di Kios Segoro Amarto.

Adapun bahan pangan yang dijual dalam operasi pasar dan pasar murah kali ini adalah beras, minyak goreng, gula pasir dan bawang merah.

Khususnya untuk bawang merah, selama digelar operasi pasar, untuk bawang merah hasil panen petani Temanggung bisa menjadi pilihan alternatif ketika harga bawang hasil panen petani Brebes lebih mahal.

Seperti diungkapkan Marsih (36), salah satu pedagang bawang merah di pasar Beringharjo, ketika Bulog beberapa waktu lalu menjual bawang merah Temanggung diharga Rp 23 ribu perkilogram, harga di pasar atau harga yang ia jual sudah sekitar Rp 15 ribu.

"Kalau bawang merah dari brebes memang masih mahal. Perkilo untuk bawang merah sampai Rp 25 ribu. Untuk bawang putih sampai Rp 34 ribu. Memang banyak yang suka bawang brebes karena katanya lebih enak kalau digoreng, tapi bawang temanggung bisa juga jadi alternatif pembeli yang ingin harganya lebih murah," terang Marsih pada Tribun Jogja, Senin (13/6/2016).

Sementara itu, menurut data yang dimiliki pihak Bulog Divre DIY, harga bawang merah memang menunjukkan tren positif penurunan.

Sejak dilakukannya operasi pasar pertama awal Ramadan lalu, harga jual bawang merah ketika digelar oprasi pasar dibanderol Rp 25 ribu perkilogram, sedangkan di pasar harganya masih Rp 27 ribu.

Selanjutnya harga sehari setelah dilakukan operasi pasar, harga di pasaran sudah turun menjadi Rp 24 ribu.

Berkaitan dengan dinamika harga-harga pangan di pasaran, M Sugit Tedjo Sulakso, Kepala Bulog Divre Yogyakarta menyatakan, pihaknya siap menggelar operasi pasar ataupun pasar murah ke kampung-kampung.

Menurut Sugit, rencana tersebut merupakan masukan dari Sri Sultan HB X, selaku Gubernur DIY.

Sugit menjelaskan, beberapa waktu yang lalu, Sri Sultan memberi masukan kepada Bulog untuk tidak melaksanakan operasi di pasar saja tetapi justru dilakukan di tengah-tengah perkampungan atau di luar pasar.

"Ide untuk melakukan operasi pasar dan pasar murah digelar di luar pasar sudah kami upayakan. Memang itu salah satu cara untuk bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi, dengan begitu diharapkan harga bahan pangan bisa terkendali," ungkap Sugit saat ditemui di kantornya belum lama ini. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved